Internationalmedia.co.id – News – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) DKI Jakarta menunjukkan kepedulian serius terhadap kasus perundungan yang menimpa MWP (6), seorang bocah di Jakarta Pusat. Tim Komnas PA telah mengunjungi kediaman korban, menegaskan komitmen mereka untuk mengawal ketat pemulihan psikologis MWP serta memantau seluruh tahapan proses hukum yang berjalan.
Ketua Komnas PA DKI Jakarta, Cornelia Agatha, menyampaikan langsung dari kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu (13/6/2026), bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal yang krusial. "Kami datang untuk memastikan kondisi korban secara langsung, memahami bagaimana perkembangan proses hukumnya, dan mendengarkan keterangan detail dari pihak keluarga," jelas Cornelia, menekankan pentingnya pendekatan langsung dalam penanganan kasus ini.

Kunjungan tersebut menandai dimulainya pendampingan penuh dari Komnas PA kepada MWP dan keluarganya, menyusul laporan resmi yang telah diterima. "Ini adalah permulaan. Setelah atensi awal ini, kami akan menindaklanjuti dengan pengawalan proses hukum dan berkoordinasi erat dengan Polres Jakarta Pusat," tegas Cornelia. Ia menambahkan, prioritas utama adalah memastikan seluruh hak-hak korban terpenuhi, khususnya dalam aspek pemulihan psikologis yang menjadi perhatian serius mengingat trauma yang dialami MWP.
Kondisi MWP pasca-perundungan dilaporkan masih memprihatinkan dan memerlukan penanganan komprehensif. Cornelia menjelaskan, selain trauma mendalam secara psikologis, kesehatan fisik korban juga menjadi fokus utama. "Kondisinya kemarin cukup mengkhawatirkan. Pemulihan fisik dan mental harus berjalan seiring," ujarnya. Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa MWP masih menunjukkan gejala trauma, seperti gangguan tidur, demam, dan tangisan di malam hari, yang mengindikasikan dampak psikologis yang signifikan.
Menanggapi kondisi tersebut, Komnas PA berencana untuk segera menyediakan pendampingan psikologis bagi MWP. Langkah-langkah teknis pelaksanaannya akan difinalisasi setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait perkembangan penanganan kasus. "Kami telah merencanakan untuk segera memberikan bantuan psikologis guna mempercepat pemulihan korban, mengingat hingga saat ini belum ada penanganan spesifik di area tersebut," pungkas Cornelia, menegaskan komitmen Komnas PA untuk memastikan MWP mendapatkan dukungan penuh.
