Malam Panas di Salemba
Kepadatan lalu lintas mencekik Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, pada Jumat malam (12/6/2026) menyusul pecahnya aksi demonstrasi di sekitar Halte Transjakarta Paseban. Internationalmedia.co.id – News mengamati, kemacetan parah mulai terasa sekitar pukul 21.10 WIB, mengubah suasana jalan yang biasanya ramai menjadi sarat ketegangan.

Massa aksi, yang memenuhi dua dari tiga lajur jalan, secara signifikan mempersempit ruang gerak kendaraan. Mereka membentangkan spanduk besar dengan tuntutan tegas: ‘Revolusi NKRI Harga Mati. BBM, Dolar Naik. Kembalikan TNI ke Barak. Hentikan MBG’. Akibatnya, kendaraan pribadi terpaksa merayap hanya di satu lajur paling kanan, bahkan jalur khusus Transjakarta pun terpaksa dibuka untuk mengurai antrean panjang.
Di tengah keriuhan, pemandangan mengejutkan muncul: tumpukan sampah atau benda lain yang sengaja dibakar di tengah jalan, memancarkan api dan asap. Petugas gabungan TNI-Polri segera bertindak, berupaya memadamkan kobaran api sembari meminta para demonstran untuk memberi ruang bagi pengendara yang terjebak.
Upaya pemadaman ini tidak berjalan mulus. Ketegangan tak terhindarkan antara petugas dan massa aksi, diwarnai aksi dorong-mendorong. Dengan sigap, petugas menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk memadamkan api. Semburan APAR sontak membuat massa berhamburan menjauh, namun meninggalkan kepulan asap tebal yang menyesakkan, disertai bau menyengat dan mengurangi jarak pandang secara drastis.
Untuk memastikan api benar-benar padam dan membersihkan sisa-sisa pembakaran, satu unit mobil watertank dikerahkan untuk menyiram lokasi. Perlahan, asap pekat mulai menipis dan menghilang. Petugas dengan cekatan membersihkan puing-puing sisa pembakaran, sementara massa aksi secara tertib mulai menepi ke sisi jalan.
Setelah situasi terkendali, fokus beralih pada penguraian kemacetan. Petugas segera bekerja keras membuka kembali ketiga lajur jalan. Berkat kesigapan mereka, kepadatan lalu lintas berangsur normal dan arus kendaraan kembali lancar sekitar pukul 21.35 WIB, mengakhiri malam yang penuh gejolak di Salemba Raya.
