Sebuah insiden mengejutkan mengguncang pesta pernikahan di Demak, Jawa Tengah, ketika seorang mempelai pria justru menjadi korban pengeroyokan di resepsinya sendiri. Video kejadian ini dengan cepat menyebar di media sosial, memicu keprihatinan publik. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, peristiwa nahas ini terjadi saat pengantin pria berusaha melerai keributan yang pecah di tengah hiburan dangdut.
Rekaman viral menunjukkan suasana kacau balau di mana sejumlah penonton dangdut terlibat baku hantam tanpa pandang bulu. Di tengah kekacauan itu, terdengar suara melalui pengeras suara yang berulang kali meminta massa untuk menghentikan pemukulan, menegaskan bahwa pria berbatik yang menjadi sasaran adalah mempelai pria.

Kapolsek Wonosalam, AKP Rusmanto, membenarkan kejadian tersebut. "Benar semalam sekitar jam 22.00 WIB, kejadiannya di depan rumah pemilik hajatan, perangkat desa bernama Pak Subur di Dusun Tapen, Desa Kuncir, Wonosalam," ungkap AKP Rusmanto seperti dikutip dari internationalmedia.co.id.
Rusmanto menjelaskan bahwa mempelai pria berasal dari Kecamatan Gajah, Demak. Sejumlah tamu dari daerah asal mempelai pria datang untuk memeriahkan acara. Pihak kepolisian sebenarnya telah mengantisipasi potensi gesekan antara tamu dari luar dengan warga setempat. Namun, seiring berjalannya malam, gesekan kecil berupa senggol-senggolan mulai tak terhindarkan dan akhirnya memicu kericuhan besar pada Kamis malam (11/6), sekitar pukul 22.00 WIB.
Ketika keributan memuncak, beberapa orang mencoba memisahkan kelompok yang berseteru, termasuk sang mempelai pria. Ironisnya, karena warga setempat tidak mengenali sang pengantin yang baru berada di lokasi tersebut, ia justru menjadi sasaran pemukulan. "Akhirnya pada mencoba memisahkan, termasuk mempelai prianya. Tapi karena yang dari Kuncir tidak tahu, kan mempelai pria itu juga baru di situ, akhirnya jadi sasaran pemukulan sampai mempelai pria memar di bagian kepala," terang Rusmanto. Akibat insiden ini, sang pengantin mengalami memar di bagian kepala, meninggalkan luka fisik di hari yang seharusnya penuh kebahagiaan.
