Internationalmedia.co.id – News – Sebuah pemandangan yang memprihatinkan sekaligus ironis kembali terekam di Jalan Raya Wangun, menjelang Simpang Ciawi, Kota Bogor, Jawa Barat. Meskipun video sekelompok anak laki-laki yang berani menghadang para pemotor melawan arah sempat viral di media sosial, pantauan di lokasi menunjukkan bahwa kebiasaan berbahaya tersebut masih saja marak, seolah tak menggubris peringatan dari para bocah tersebut.
Dari pengamatan internationalmedia.co.id pada Kamis (11/6/2026), titik di mana para bocah tersebut kerap beraksi berada persis sebelum Simpang Ciawi. Bagi pengendara yang ingin menuju Puncak atau Sukabumi, seharusnya mereka mengambil putaran balik (U-turn) di dekat Tol Jagorawi. Namun, banyak pemotor memilih jalur pintas dengan melawan arus, melaju ke sisi kanan jalan untuk memotong jalur menuju Jalan Raya Ciawi-Sukabumi. Aksi ini berulang kali terlihat menghambat arus kendaraan dari arah Ciawi menuju Kota Bogor, memicu kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Ridwan, seorang pedagang yang sehari-hari berada di lokasi, membenarkan bahwa fenomena melawan arus ini sudah menjadi pemandangan biasa. "Kalau di sini memang sering, nggak cuma sore, apalagi kalau pagi pasti macet banyak lawan arah. Kadang yang lawan arahnya lebih galak kalau ditegur," ungkap Ridwan. Ia juga mengonfirmasi bahwa anak-anak yang viral tersebut memang sering berada di area tersebut. "Iya di sini, anak-anak itu mah memang sering juga di sini. Kemarin sih sempat ditegur Pak RT, soalnya kan membahayakan mereka juga. Tapi kadang ada yang bawa mobil kasih uang, jadi semangat anak-anaknya," tambahnya, menyoroti kompleksitas situasi di mana aksi heroik para bocah juga diwarnai faktor lain.
Menanggapi kejadian ini, KBO Satlantas Polresta Bogor Kota, Iptu Lukito, mengingatkan bahwa melaju melawan arus adalah pelanggaran serius yang membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. "Kita sebagai orang dewasa seharusnya melihat itu sebagai teguran keras ya. Tetapi lebih baiknya pemotor juga lebih dulu menaati aturan, tidak melawan arus," kata Iptu Lukito saat dimintai konfirmasi pada Kamis (11/6). Ia menekankan bahwa putaran arah telah disediakan bukan hanya untuk mengurai kemacetan, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk menghindari kecelakaan. "Kalau yang namanya melawan arus, itu kan membahayakan diri sendiri dan orang lain," pungkasnya, menyerukan kesadaran dan disiplin dari para pengendara.
Viralnya aksi heroik para bocah ini seharusnya menjadi cerminan dan pengingat bagi para pengendara untuk lebih patuh pada aturan lalu lintas. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa kesadaran akan keselamatan dan ketertiban masih menjadi pekerjaan rumah besar, terutama di titik-titik rawan seperti Simpang Ciawi, di mana peringatan dari ‘pahlawan cilik’ pun belum sepenuhnya digubris.
