Sebuah rekaman video yang menampilkan aksi heroik sekelompok anak-anak, atau yang akrab disebut ‘bocil’, saat mengadang sejumlah pemotor yang nekat melawan arus di sekitar Simpang Ciawi, Jalan Raya Wangun Tajur, Kota Bogor, mendadak viral di berbagai platform media sosial. Internationalmedia.co.id – News mencatat, kejadian ini sontak menjadi sorotan publik dan memicu peringatan keras dari pihak kepolisian.
Dalam tayangan berdurasi singkat tersebut, tampak jelas beberapa bocah kecil dengan keberanian luar biasa berdiri di tengah jalan, membentuk barikade dadakan untuk menghalau laju para pemotor yang melaju dari arah berlawanan. Mereka dengan tegas meminta para pengendara untuk memutar balik kendaraannya. Meskipun sempat ada upaya dari beberapa pemotor untuk menerobos, kegigihan anak-anak ini akhirnya memaksa para pelanggar aturan lalu lintas itu untuk mengurungkan niat dan berbalik arah.

Menanggapi fenomena ini, KBO Satlantas Polresta Bogor Kota, Iptu Lukito, angkat bicara. Ia menyebut bahwa aksi anak-anak tersebut seharusnya menjadi ‘teguran keras’ bagi para pengendara dewasa. "Kita sebagai orang dewasa seharusnya melihat itu sebagai teguran keras ya. Tetapi lebih baiknya pemotor juga lebih dulu mentaati aturan, tidak melawan arus," ujar Iptu Lukito saat dikonfirmasi oleh internationalmedia.co.id pada Kamis (11/6) lalu.
Iptu Lukito juga menambahkan bahwa tindakan melawan arus bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga sangat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lain. "Padahal di lokasi kan disediakan putaran arah, selain untuk mengurai kemacetan juga menghindari kecelakaan. Kalau yang namanya melawan arus itu kan membahayakan diri sendiri dan orang lain," imbuhnya.
Dijelaskan Lukito, insiden pemotor melawan arus dalam video tersebut terjadi di Simpang Ciawi, sebuah titik yang berbatasan langsung dengan wilayah hukum Polres Bogor. Area ini memang dikenal sebagai lokasi rawan pelanggaran lawan arus. Pihak kepolisian bahkan telah berkoordinasi dengan jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) setempat sejak bulan lalu untuk pemasangan rambu-rambu peringatan.
Meski demikian, upaya penegakan hukum dan edukasi terus dilakukan. Petugas Satlantas di area tersebut telah berkali-kali memberikan imbauan larangan melawan arus, bahkan tak jarang melakukan penindakan langsung berupa tilang. Namun, kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas masih menjadi tantangan. "Ya (anggota Satlantas) setiap kali di situ, sering imbauan, sering kita kasih tindakan. Ya itu lah masyarakat kitanya juga yang terus melakukan pelanggaran," pungkas Lukito, menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk menciptakan ketertiban dan keamanan di jalan raya.
