Sebuah insiden serius mengguncang Rumania setelah sebuah drone milik Rusia menghantam bangunan apartemen, melukai setidaknya dua warga sipil. Militer Rumania mengakui tidak memiliki cukup waktu untuk mengintersep dan menembak jatuh pesawat tak berawak tersebut. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, peristiwa ini terjadi di wilayah selatan kota Galati, dekat perbatasan Ukraina, antara Kamis malam hingga Jumat dini hari.
Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya mengonfirmasi bahwa serangan drone Rusia yang menargetkan Ukraina, terdeteksi menyusup ke wilayah udara Rumania hingga ke bagian selatan kota Galati. Drone tersebut kemudian jatuh di atap sebuah gedung apartemen, memicu kebakaran dan menyebabkan dua korban luka yang kini menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Seorang pejabat pertahanan Rumania menjelaskan alasan di balik keputusan untuk tidak menembak jatuh drone tersebut. Jenderal Gheorghe Maxim dari Komando Pasukan Gabungan, seperti dilansir AFP, menyatakan bahwa "tidak ada peluang realistis untuk mengatasinya secara aman" karena "waktu yang kami miliki — empat menit — sangat singkat." Presiden Rumania, Nicusor Dan, menambahkan bahwa tindakan tersebut diambil "karena kondisi yang diperlukan untuk menghancurkannya tanpa membahayakan keselamatan penduduk sipil secara signifikan tidak terpenuhi."
Menyikapi insiden ini, Presiden Dan segera menggelar rapat darurat Dewan Tertinggi Pertahanan Nasional Rumania pada Jumat waktu setempat. Ia menyebut peristiwa drone ini sebagai "belum pernah terjadi sebelumnya" dan "insiden paling serius" yang dialami Rumania sejak konflik Rusia-Ukraina pecah pada tahun 2022. Kementerian Pertahanan Rumania juga mengecam serangan tersebut sebagai "eskalasi yang serius dan tidak bertanggung jawab" dari Moskow, menegaskan bahwa "insiden semacam itu… membahayakan tidak hanya keselamatan warga Rumania, tetapi juga keamanan kolektif NATO."
Sebagai bentuk protes keras, otoritas Rumania memanggil Duta Besar Rusia di Bucharest pada Jumat (29/5). Menteri Luar Negeri Rumania, Oana-Silvia Toiu, menyatakan bahwa pihaknya akan "secara resmi mengkomunikasikan konsekuensi yang akan ditimbulkan oleh kurangnya tanggung jawab dari Federasi Rusia ini terhadap hubungan diplomatik negara kita, serta langkah selanjutnya di tingkat Eropa terkait paket sanksi."
Meskipun insiden drone Rusia yang masuk ke wilayah udara Rumania bukan kali pertama terjadi — sistem pertahanan udara negara itu telah mendeteksi puluhan penyusupan sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada 2022 — serangan kali ini menandai pertama kalinya sebuah drone menghantam bangunan tempat tinggal di Rumania, meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik di perbatasan.
