Internationalmedia.co.id – News – Washington. Pentagon Amerika Serikat baru-baru ini mengungkapkan data mengejutkan terkait biaya operasional perang melawan Iran. Sejak konflik bersenjata pecah pada Februari 2026, militer AS diperkirakan telah menghabiskan dana fantastis mencapai 25 miliar USD, atau setara dengan lebih dari 375 triliun rupiah (dengan asumsi kurs 1 USD = 15.000 IDR).
Jules Hurst, pelaksana tugas pengawas keuangan Pentagon, menjelaskan di hadapan anggota parlemen bahwa sebagian besar dari anggaran tersebut dialokasikan untuk amunisi. "Kami menghabiskan sekitar 25 miliar USD untuk Operasi Epic Fury. Sebagian besar untuk amunisi," kata Hurst, seperti dilansir AFP, Kamis (30/4/2026). Angka ini menunjukkan intensitas dan skala pertempuran yang terjadi.

Meski demikian, terdapat sedikit perbedaan pandangan dari Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth. Dalam sidang kongres yang sama, Hegseth menyebutkan bahwa perkiraan biaya saat ini mungkin "kurang dari $25 miliar." Ia menolak untuk merinci lebih jauh mengenai total pengeluaran perang, namun melontarkan pertanyaan retoris yang mendalam: "Pertanyaan yang akan saya ajukan kepada komite ini adalah, berapa nilainya untuk memastikan bahwa Iran tidak pernah mendapatkan senjata nuklir?"
Konflik yang memicu pengeluaran besar ini bermula pada 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran yang menargetkan militer dan kepemimpinan Iran. Iran merespons dengan serangan balasan terhadap Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah, memperparah ketegangan regional.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memang telah berupaya memperpanjang gencatan senjata. Namun, eskalasi konflik dan dampak ekonomi yang meluas akibat perang ini masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan, dengan biaya yang terus membengkak menjadi sorotan utama di tengah ketidakpastian global.
