Teheran kembali menjadi sorotan dunia. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, otoritas Iran telah melaksanakan hukuman mati terhadap dua pria yang dituding memiliki keterkaitan erat dengan Mossad, badan intelijen Israel. Langkah tegas ini menandai serangkaian eksekusi terbaru yang terjadi di tengah ketegangan yang memanas sejak pecahnya konflik bersenjata dengan Israel dan Amerika Serikat.
Situs web Mizan Online, yang berafiliasi dengan pihak kehakiman Iran, mengonfirmasi pelaksanaan hukuman mati terhadap Mohammad Masoom-shahi dan Hamed Validi pada subuh hari ini. Dilansir dari laporan kantor berita AFP, kedua individu tersebut secara spesifik disebut sebagai "anggota jaringan mata-mata yang terkait dengan Mossad". Mereka dinyatakan bersalah atas dakwaan serius "moharebeh", sebuah istilah yang berarti memerangi Tuhan, serta "kolaborasi dengan kelompok-kelompok yang bermusuhan dan rezim Zionis". Namun, detail mengenai kapan kedua pria ini ditangkap atau proses persidangan mereka tidak diungkapkan secara publik.

Eksekusi ini menambah daftar panjang hukuman mati yang telah diterapkan Iran sejak dimulainya konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Meskipun gencatan senjata yang rapuh telah berlaku selama dua minggu sejak 8 April, ketegangan di kawasan tersebut masih sangat tinggi dan insiden semacam ini berpotensi memperkeruh suasana.
Menurut laporan dari berbagai kelompok hak asasi manusia internasional, Iran menempati posisi kedua di dunia dalam jumlah eksekusi mati, hanya di bawah Tiongkok. Fakta ini seringkali menjadi sorotan dan kritik dari komunitas global terkait praktik peradilan di negara tersebut, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan tuduhan keamanan nasional.

