Sebuah insiden tragis mengguncang Jalur Gaza utara baru-baru ini. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, dua kontraktor sipil yang sehari-hari bertugas vital mengantarkan pasokan air bersih bagi anak-anak dan keluarga di wilayah tersebut, tewas ditembak oleh pasukan Israel. Peristiwa memilukan ini sontak memicu kemarahan besar dari UNICEF, badan PBB untuk anak-anak.
Dalam pernyataan resminya, UNICEF mengungkapkan kemarahan mendalam atas insiden penembakan yang merenggut nyawa dua pengemudi truk yang mereka kontrak. Para pengemudi ini memiliki misi krusial: memastikan ketersediaan air bersih bagi ribuan keluarga di Jalur Gaza. Titik pengisian air Mansoura di Gaza utara, lokasi kejadian, merupakan satu-satunya jalur operasional untuk pasokan air Mekorot yang melayani Kota Gaza.

Menurut UNICEF, peristiwa tragis ini terjadi saat operasi pengangkutan air rutin sedang berlangsung, tanpa adanya perubahan signifikan dalam pergerakan atau prosedur yang biasa mereka lakukan. Selain dua korban tewas, insiden tersebut juga mengakibatkan dua orang lainnya mengalami luka-luka.
Dihubungi oleh tim Internationalmedia.co.id, pihak militer Israel memberikan tanggapan terkait insiden ini. Mereka menyatakan bahwa pasukan mereka melihat "dua teroris bersenjata di area Garis Kuning" – sebuah batas yang menandai wilayah di bawah kendali Israel – yang sedang mendekat. Atas dasar itu, pasukan Israel "melepaskan tembakan". Militer Israel menambahkan bahwa mereka sedang meninjau secara menyeluruh insiden tersebut.
Sebagai dampak langsung dari insiden ini, seluruh aktivitas di titik pengisian air Mansoura terpaksa ditangguhkan. Padahal, titik ini digunakan berkali-kali dalam sehari oleh UNICEF dan mitra kemanusiaannya untuk mendistribusikan air. UNICEF mendesak otoritas Israel untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan atas insiden ini, serta memastikan bahwa pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka.

