Ketegangan memuncak di Selat Hormuz setelah Iran dilaporkan menembaki kapal-kapal berbendera India yang berupaya melintasi jalur perairan strategis tersebut. Insiden ini segera memicu protes keras dari pemerintah India, demikian dilansir Internationalmedia.co.id – News.
Kementerian Luar Negeri India, melalui Sekretaris Vikram Misri, segera memanggil duta besar Iran di New Delhi. Dalam pertemuan tersebut, Misri menyampaikan "keprihatinan mendalam India atas insiden penembakan yang melibatkan dua kapal berbendera India di Selat Hormuz". New Delhi juga mendesak Iran untuk "segera melanjutkan proses memfasilitasi kapal-kapal tujuan India melintasi Selat", menekankan pentingnya kelancaran navigasi.

Duta besar Iran berjanji untuk menyampaikan pandangan dan tuntutan India kepada otoritas di Teheran. Sementara itu, situs pemantauan maritim TankerTrackers.com mengonfirmasi insiden tersebut melalui unggahan di X (sebelumnya Twitter). Menurut TankerTrackers.com, "dua kapal India dipaksa kembali ke barat keluar dari Selat Hormuz oleh Angkatan Laut Sepah (IRGC) Iran". Salah satu kapal yang terlibat diidentifikasi sebagai kapal tanker super VLCC berbendera India yang mengangkut sekitar 2 juta barel minyak Irak.
Insiden ini terjadi di tengah kondisi India yang merupakan importir gas minyak cair (LPG) terbesar kedua di dunia, dengan sekitar 60 persen kebutuhan LPG-nya dipenuhi melalui impor. Negara ini telah ‘bergulat’ dengan krisis gas sejak perang di Timur Tengah dimulai pada 28 Februari lalu, menjadikan keamanan jalur pelayaran vital seperti Selat Hormuz sangat krusial bagi pasokan energinya.

