Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Menteri Israel Murka Gencatan Senjata Trump
Trending Indonesia

Menteri Israel Murka Gencatan Senjata Trump

GunawatiBy Gunawati18-04-2026 - 07.15Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Menteri Israel Murka Gencatan Senjata Trump
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Sebuah pengumuman mengejutkan datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon. Namun, kabar yang seharusnya membawa angin segar perdamaian ini justru memicu gelombang kemarahan di kalangan kabinet pemerintahan Israel, menciptakan dinamika politik yang tak terduga.

Pada Kamis (16/4) lalu, Trump merilis pernyataan di Truth Social, mengungkapkan bahwa ia telah berkomunikasi dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. "Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan Presiden Joseph Aoun yang terhormat dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel," tulis Trump. Ia menegaskan, kedua pemimpin negara itu telah sepakat untuk memulai gencatan senjata resmi selama 10 hari, efektif mulai pukul 5 sore EST, sebagai langkah awal menuju perdamaian abadi.

Menteri Israel Murka Gencatan Senjata Trump
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kemarahan Kabinet Israel: Keputusan Tanpa Voting
Di balik layar, keputusan ini sontak menimbulkan kegaduhan di internal pemerintahan Israel. Berbagai laporan dari Anadolu Agency dan Middle East Monitor pada Jumat (17/4/2026) mengungkapkan bahwa jajaran menteri dalam kabinet PM Netanyahu sangat geram. Sumber kemarahan utama adalah cara Netanyahu menyampaikan informasi tersebut: hanya melalui panggilan telepon singkat kepada kabinet keamanannya, tanpa melalui mekanisme voting atau pembahasan mendalam yang lazim dilakukan untuk keputusan sepenting ini.

Media lokal Israel, Yedioth Ahronoth, yang dikutip oleh Anadolu Agency, bahkan menyebutkan bahwa panggilan telepon tersebut hanya berlangsung beberapa menit, sebatas pemberitahuan tentang keputusan yang sudah diambil. Para menteri merasa tidak dilibatkan dan tidak diberitahu secara memadai sebelumnya. Laporan televisi KAN menambahkan, Netanyahu tidak memiliki cukup waktu untuk memberikan pengarahan detail kepada kabinetnya mengenai seluk-beluk gencatan senjata.

Kritikan tajam juga mengalir dari kubu oposisi. Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, melalui media sosial X, menyindir, "Ini bukan pertama kalinya janji pemerintahan ini gagal di kenyataan." Senada, Avigdor Lieberman, pemimpin Partai Yisrael Beiteinu, mengecam gencatan senjata ini sebagai "pengkhianatan terhadap penduduk di wilayah Israel bagian utara."

Netanyahu Beri Klarifikasi: Pasukan Tetap di Zona Keamanan
Menanggapi badai kritik dan kemarahan dari internal maupun eksternal, PM Netanyahu segera memberikan klarifikasi. Dalam pernyataan video yang dilansir CNN dan AFP pada Jumat (17/4), Netanyahu menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di zona keamanan 10 kilometer di wilayah Lebanon selama periode gencatan senjata 10 hari tersebut.

"Kami akan tetap berada di zona keamanan 10 kilometer, yang akan memungkinkan kami untuk mencegah infiltrasi ke dalam komunitas dan tembakan rudal anti-tank," jelas Netanyahu. Ia menggambarkan zona tersebut sebagai "jauh lebih kuat, jauh lebih ampuh, jauh lebih berkelanjutan, dan jauh lebih solid daripada yang kita miliki sebelumnya."

Netanyahu juga mengungkapkan bahwa gencatan senjata ini membuka peluang untuk pembicaraan lebih lanjut. Ia menyebut Trump telah mengundang dirinya dan Presiden Lebanon Joseph Aoun untuk bertemu di Washington, DC. Netanyahu melihat ini sebagai kesempatan emas untuk mencapai kesepakatan perdamaian bersejarah dengan Beirut, namun ia menekankan bahwa pelucutan senjata kelompok militan Hizbullah tetap menjadi prasyarat mutlak. Ia juga menolak dua syarat yang diajukan Hizbullah, yaitu penarikan penuh Israel dari Lebanon dan gencatan senjata berdasarkan prinsip "ketenangan sebagai imbalan atas ketenangan."

Intervensi Tegas Trump: Larangan Bombardir Lebanon
Tak berhenti sampai di situ, Presiden Donald Trump juga mengeluarkan perintah tegas kepada Israel. Dilansir Aljazeera pada Jumat (17/4/2026), Trump secara eksplisit melarang Israel untuk membombardir Lebanon selama masa gencatan senjata.

Trump menekankan bahwa situasi di Lebanon, termasuk keberadaan kelompok bersenjata Hizbullah, akan ditangani secara terpisah dari isu Iran dan akan ditangani dengan cara yang tepat. "Israel tidak akan lagi membom Lebanon," tegas Trump di Truth Social. "Mereka DILARANG melakukannya oleh AS. Cukup sudah!!!" perintahnya, menunjukkan intervensi langsung dan keras dari Washington.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

18-04-2026 - 10.00

Trump Bongkar Cara AS Dapatkan Nuklir Iran

18-04-2026 - 07.00

Lebanon Bukan Lagi Medan Perang Siapapun

18-04-2026 - 03.45

Selat Hormuz Memanas Iran Beri Ultimatum

18-04-2026 - 03.00

Perintah Mengejutkan Trump Guncang Timur Tengah

17-04-2026 - 23.15

Terungkap Peran AS di Selat Hormuz

17-04-2026 - 23.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.