Ketegangan di perairan Teluk Oman memuncak setelah Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan mencegat delapan kapal tanker minyak yang terkait dengan Iran. Insiden ini terjadi sejak blokade laut yang diterapkan Washington dimulai awal pekan ini, demikian diungkapkan oleh Wall Street Journal (WSJ) pada Rabu lalu, mengutip sejumlah pejabat AS. Internationalmedia.co.id – News mencatat, langkah ini menandai eskalasi signifikan dalam tekanan ekonomi terhadap Teheran.
Laporan WSJ tersebut sejalan dengan pernyataan Komando Pusat AS (CENTCOM) yang mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat telah berhasil menghentikan seluruh aktivitas perdagangan ekonomi yang masuk dan keluar dari Iran melalui jalur laut. Ini merupakan bagian dari upaya Washington untuk melumpuhkan sumber pendapatan utama Iran.

Menurut WSJ, dalam setiap insiden, pasukan angkatan laut AS melakukan kontak radio dengan awak kapal dan memerintahkan mereka untuk segera berbalik arah. Para pejabat AS menegaskan bahwa semua kapal tanker tersebut mematuhi instruksi tanpa perlawanan, sehingga tidak ada kebutuhan untuk melakukan pemeriksaan fisik kapal. Dua kapal pertama yang dicegat diketahui berasal dari pelabuhan Chabahar, Iran, di Teluk Oman, dan diintersep oleh sebuah kapal perusak AS. Selain itu, pesawat patroli maritim P-8 juga dikerahkan untuk membantu operasi pencegatan ini.
Blokade ini sendiri diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump menyusul kegagalan pembicaraan damai yang diadakan di Pakistan pada akhir pekan sebelumnya, yang bertujuan untuk mengakhiri konflik berkepanjangan dengan Iran.
Laksamana Brad Cooper, Kepala CENTCOM, dalam pernyataannya pada Rabu, menegaskan bahwa "blokade pelabuhan Iran telah sepenuhnya diterapkan." Ia menggarisbawahi betapa vitalnya jalur laut bagi ekonomi Iran, dengan sekitar 90 persen aktivitas ekonominya bergantung pada perdagangan internasional melalui laut. "Dalam waktu kurang dari 36 jam sejak blokade diterapkan, pasukan AS telah sepenuhnya menghentikan perdagangan ekonomi yang masuk dan keluar Iran melalui laut," ujar Cooper dalam unggahan di media sosial X.
Pembaca dapat terus mengikuti perkembangan terkini mengenai situasi geopolitik ini dan berita lainnya hanya di internationalmedia.co.id.

