Setelah perundingan damai antara Teheran dan Washington menemui jalan buntu, Israel kembali melontarkan ancaman serius. Sejumlah menteri senior Israel secara terang-terangan mengisyaratkan kemungkinan dimulainya kembali serangan terhadap Iran. Internationalmedia.co.id – News mencatat, perkembangan ini terjadi tak lama setelah gencatan senjata dua minggu yang sempat meredakan ketegangan antara AS-Israel dan Iran, yang disepakati sejak Selasa (7/4), kini terancam buyar.
Menteri Energi Israel, Eli Cohen, menjadi salah satu suara yang paling vokal. Seperti dilansir Anadolu Agency dan harian Israel Yedioth Ahronoth, Cohen menegaskan pada Senin (13/4) bahwa Teheran bisa menjadi sasaran serangan jika tidak ada kesepakatan yang tercapai terkait program nuklirnya. "Isu nuklir bersifat internasional, dan bagus bahwa (Presiden AS Donald) Trump telah menetapkan garis merah dalam masalah ini," ujar Cohen, menekankan bahwa "Jika tidak ada kesepakatan, Iran dapat diserang."

Tidak hanya Iran, Cohen juga menyoroti Lebanon, lokasi di mana militer Israel memperluas serangan menargetkan Hizbullah. Ia mencetuskan agar Tel Aviv tidak hanya menyerang pasukan militer, tetapi juga fasilitas dan infrastruktur Lebanon. "Saya telah mengatakan hal ini di kabinet. Saya tidak melihat peluang keberhasilan yang tinggi untuk negosiasi ini," ungkapnya, merujuk pada rencana pertemuan antara Tel Aviv dan Beirut di Washington DC pada Selasa (14/4) yang bertujuan mengamankan gencatan senjata dan memulai dialog langsung.
Senada dengan Cohen, Menteri Ekonomi Israel, Nir Barkat, dalam wawancara dengan Channel 14, mengklaim bahwa Amerika Serikat akan mencapai tujuan mereka dalam perang melawan Iran. "Para pejabat Iran tidak memahami tekad Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu," kata Barkat dengan yakin. "Kita akan kembali berperang dan mencapai tujuannya."
Dukungan terhadap sikap keras ini juga datang dari Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel, Miki Zoha. Melalui postingan terpisah di media sosial X, Zoha menyatakan bahwa "ketegasan Washington dalam mencegah Iran memperoleh senjata nuklir mencerminkan koordinasi erat dengan Israel." Ia mengklaim bahwa AS dan Israel akan bersatu padu untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Kegagalan perundingan damai yang memicu serangkaian ancaman ini terjadi setelah dialog maraton selama 21 jam di Islamabad. Dengan Pakistan sebagai mediator, perundingan tersebut bertujuan untuk memfinalisasi gencatan senjata antara AS dan Iran, namun berakhir tanpa kesepakatan.

