Internationalmedia.co.id – News – London, Inggris secara tegas menolak untuk bergabung dengan upaya blokade Selat Hormuz yang diperintahkan oleh Amerika Serikat. Keputusan ini datang setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan instruksi keras menyusul kegagalan perundingan damai antara AS dan Iran di Pakistan terkait ambisi nuklir Teheran.
Juru bicara pemerintah Inggris, dalam pernyataan yang dikutip Sky News dan dilansir Anadolu Agency pada Senin (13/4/2026), menegaskan kembali komitmen London terhadap prinsip kebebasan navigasi. "Kami terus mendukung kebebasan navigasi dan pembukaan Selat Hormuz, yang sangat dibutuhkan untuk mendukung ekonomi global dan biaya hidup di dalam negeri," jelasnya. Inggris juga menegaskan bahwa jalur perairan vital tersebut "tidak boleh dikenakan tarif tol." Lebih lanjut, London sedang bekerja sama erat dengan Prancis dan beberapa mitra lainnya untuk membentuk koalisi guna melindungi kebebasan navigasi di selat tersebut.

Di Washington, Presiden Trump meluapkan kekesalannya atas kegagalan perundingan damai di Pakistan yang tidak menghasilkan kesepakatan mengenai ambisi nuklir Iran. Melalui serangkaian unggahan di media sosial, Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk segera memulai "BLOKADE semua kapal yang mencoba masuk, atau keluar, dari Selat Hormuz." Ia bahkan mengancam, "Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan HANCUR LEBUR!"
Tujuan utama AS, menurut Trump, adalah membersihkan Selat Hormuz dari ranjau laut dan membukanya kembali untuk semua pelayaran. Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak boleh dibiarkan mengambil keuntungan dari kendalinya atas jalur perairan strategis tersebut. Menanggapi laporan yang belum dikonfirmasi mengenai rencana Teheran memungut biaya tol, Trump menyebut tindakan tersebut sebagai "PEMERASAN DUNIA."
Presiden AS juga menginstruksikan Angkatan Lautnya untuk mencari dan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang telah membayar bea masuk kepada Iran. "Tidak seorang pun yang membayar bea masuk ilegal akan mendapatkan jalur aman di laut lepas," tegasnya. Washington juga akan mulai menghancurkan ranjau yang ditanam Iran di selat tersebut. Meskipun Trump sebelumnya sempat menyebut Inggris mengirimkan kapal penyapu ranjau, sikap London kali ini menunjukkan perbedaan strategi yang signifikan.
Iran sendiri selama ini memang membatasi lalu lintas di Selat Hormuz, jalur krusial bagi pengiriman minyak dan gas global, namun mengizinkan kapal-kapal tertentu yang dianggap terkait negara-negara sahabat, seperti Tiongkok, untuk melintas. Wacana pemungutan biaya tol oleh Teheran inilah yang memicu kemarahan besar dari pihak Washington.

