Presiden Rusia Vladimir Putin secara mengejutkan mengumumkan gencatan senjata unilateral selama satu hari penuh dengan Ukraina. Keputusan ini, yang bertepatan dengan momen sakral Paskah Ortodoks, diharapkan dapat memberikan jeda kemanusiaan di tengah konflik yang berkepanjangan. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa pengumuman ini datang langsung dari Kremlin.
Berdasarkan pernyataan resmi Kremlin yang dilansir oleh AFP pada Jumat (10/4/2026), gencatan senjata ini dijadwalkan berlaku mulai pukul 16:00 waktu Moskow (13:00 GMT) pada tanggal 11 April, dan akan berakhir pada penghujung hari tanggal 12 April 2026. Waktu tersebut dipilih secara spesifik untuk mengakomodasi perayaan Paskah Ortodoks.

Paskah Ortodoks, yang pada tahun ini jatuh pada Minggu, 12 April, memiliki makna spiritual yang mendalam bagi jutaan umat di Rusia dan Ukraina. Kedua negara tersebut mayoritas menganut agama Katolik Ortodoks. Perayaan Paskah mereka menggunakan penanggalan Julian, yang menyebabkan tanggalnya berbeda beberapa hari dibandingkan Paskah Katolik Roma atau perayaan Kristen global lainnya.
Dalam pernyataan yang sama, Kremlin menegaskan bahwa Staf Umum militer Rusia telah menerima instruksi untuk menghentikan seluruh operasi tempur di semua lini selama periode gencatan senjata ini. Meskipun demikian, pihak Rusia menyatakan akan tetap dalam status siaga penuh. Moskow juga secara eksplisit menyerukan agar Ukraina mematuhi gencatan senjata ini, dengan harapan "pihak Ukraina akan mengikuti contoh Federasi Rusia."
Keputusan ini menandai jeda sementara dalam konflik yang telah berlangsung sengit, memberikan kesempatan bagi warga sipil untuk merayakan hari raya keagamaan mereka dalam suasana yang lebih tenang, meskipun hanya untuk waktu yang singkat.

