Internationalmedia.co.id – News – Brussels. Benua Eropa kini menghadapi tantangan serius terkait krisis energi yang diperkirakan akan berlangsung panjang, imbas dari gejolak konflik di Timur Tengah. Menanggapi situasi ini, Komisaris Energi Uni Eropa, Dan Jorgensen, secara tegas mendesak warga di seluruh negara anggota untuk mempertimbangkan kembali praktik kerja dari rumah (WFH) sebagai langkah strategis penghematan energi.
Setelah pertemuan darurat para menteri energi Uni Eropa, Jorgensen menyampaikan kepada awak media bahwa dampak krisis ini tidak akan mereda dalam waktu singkat, bahkan jika perdamaian di kawasan konflik tercapai. "Meskipun perdamaian terwujud besok, kita tidak akan kembali ke kondisi normal dalam waktu dekat," ujarnya, menegaskan urgensi tindakan penghematan.

Ia menambahkan, "Semakin banyak upaya yang bisa kita lakukan untuk menghemat minyak, khususnya solar dan bahan bakar jet, semakin baik posisi kita." Untuk itu, Jorgensen mendesak negara-negara anggota UE agar mengimplementasikan rekomendasi dari Badan Energi Internasional (IEA). Rekomendasi tersebut mencakup berbagai langkah, mulai dari bekerja dari rumah (WFH) jika memungkinkan, mengurangi batas kecepatan di jalan raya hingga 10 kilometer per jam, menggalakkan penggunaan transportasi publik, hingga mendorong praktik berbagi mobil dan gaya mengemudi yang lebih efisien.
Akar permasalahan krisis ini tak lepas dari eskalasi konflik antara AS-Israel dengan Iran, serta meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz. Situasi ini telah mengganggu secara signifikan aliran energi di kawasan, memicu kelangkaan pasokan dan lonjakan harga di pasar global.
Pada tanggal 2 Maret lalu, Iran secara resmi mengumumkan pembatasan navigasi di Selat Hormuz, sebuah jalur maritim vital bagi lalu lintas kapal tanker minyak dunia. Teheran bahkan mengancam akan menyerang kapal-kapal yang berani melintas tanpa koordinasi. Mengingat sekitar 20 juta barel minyak mentah melintasi selat ini setiap harinya, ancaman penutupan atau gangguan serius di Selat Hormuz sontak memicu lonjakan drastis harga minyak, biaya pengiriman, dan premi asuransi, memperparah kekhawatiran akan stabilitas ekonomi global.
Langkah-langkah penghematan energi yang diusulkan Uni Eropa ini menunjukkan betapa seriusnya dampak konflik geopolitik terhadap pasokan energi global dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

