Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Hormuz Memanas Dunia Menahan Napas
Trending Indonesia

Hormuz Memanas Dunia Menahan Napas

GunawatiBy Gunawati23-03-2026 - 16.30Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Hormuz Memanas Dunia Menahan Napas
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Beijing menyampaikan peringatan tegas hari ini, Senin (23/3/2026), bahwa eskalasi konflik lebih lanjut di Timur Tengah berpotensi mendorong kawasan tersebut ke ambang kekacauan tak terkendali. Peringatan keras ini muncul menyusul ultimatum Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran.

Ultimatum Trump, yang dilayangkan pada Sabtu (21/3), menetapkan tenggat waktu 48 jam bagi Teheran untuk mengakhiri blokade sebagian Selat Hormuz. Jalur air sempit ini merupakan urat nadi maritim yang vital, mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia. Jika Iran gagal memenuhi tuntutan tersebut, infrastruktur energi vitalnya akan menjadi target serangan mematikan.

Hormuz Memanas Dunia Menahan Napas
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam sebuah konferensi pers, menyoroti bahwa eskalasi konflik di Hormuz secara langsung mengancam keamanan energi global, termasuk pasokan minyak krusial bagi China. "Penggunaan kekuatan hanya akan menyebabkan siklus kekerasan yang tiada akhir," tegas Lin Jian. Ia menambahkan, "Jika perang meluas lebih jauh dan situasi memburuk lagi, seluruh wilayah dapat terjerembab dalam situasi yang benar-benar tak terkendali."

Meski Beijing dikenal sebagai mitra Iran, yang telah menjadi sasaran serangan AS-Israel sejak bulan lalu, China juga menyatakan ketidaksetujuan terhadap serangan Teheran terhadap negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS. Oleh karena itu, China mendesak gencatan senjata secepatnya untuk meredakan ketegangan.

Trump, yang sempat menunda kunjungannya ke Beijing untuk menangani dampak konflik yang berkecamuk, sebelumnya telah meminta China dan negara-negara lain untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz. Namun, Beijing belum merespons seruan tersebut secara langsung. Sebaliknya, China mengintensifkan upaya diplomatik untuk menengahi, dengan mengirim utusan khususnya, Zhai Jun, dalam tur regional untuk mendorong de-eskalasi.

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, awal bulan ini juga menggarisbawahi bahwa konflik "seharusnya tidak pernah terjadi" dan menyerukan penghentian pertempuran demi stabilitas regional dan global.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Selat Hormuz Memanas Dunia Menanti Langkah Besar

23-03-2026 - 18.45

Peringatan Keras Iran Teluk Persia Siaga Penuh

23-03-2026 - 18.30

Rusia Ungkap Dua Hal Penting Setelah Ultimatum Trump

23-03-2026 - 18.15

Kim Jong Un Kembali Pimpin Korea Utara Putin Beri Selamat

23-03-2026 - 18.00

Pilot Kopilot Tewas Tabrakan Aneh di New York

23-03-2026 - 16.45

Iran Pecat Trump Dunia Menahan Napas

23-03-2026 - 16.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.