Internationalmedia.co.id – News – Militer Israel mengklaim telah melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran, menjatuhkan lebih dari 1.200 amunisi bom hanya dalam satu hari. Insiden tragis ini, yang dilaporkan terjadi pada Minggu (1/3/2026), mencakup serangan yang menghantam sebuah sekolah dasar putri di Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, menewaskan setidaknya 148 orang dan melukai puluhan lainnya. Angkatan Udara Israel menyatakan operasi ini dilakukan secara gabungan dengan Amerika Serikat, seperti dilansir Aljazeera.
Menyusul insiden memilukan di Minab, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam keras serangan tersebut, menyebutkan bahwa "puluhan anak-anak tak berdosa" telah menjadi korban. Ia menegaskan bahwa agresi semacam ini "tidak akan dibiarkan begitu saja." Laporan awal menyebutkan 148 korban jiwa, namun angka tersebut kemudian direvisi menjadi 108 orang tewas akibat serangan di sekolah dasar tersebut.

Wakil Presiden Iran, Mohammad-Reza Aref, dalam pernyataan yang dirilis oleh IRNA pada Minggu (1/3), mengutuk serangan itu sebagai "contoh nyata kejahatan perang dan pelanggaran terang-terangan terhadap peraturan internasional." Aref menegaskan bahwa tindakan agresi ini tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi dan berjanji akan ada "tanggapan yang kuat dan proporsional" terhadap Amerika Serikat dan Israel. Ia menambahkan, "Keamanan dan martabat bangsa Iran adalah garis merah kami dan tidak ada agresi yang akan dibiarkan tanpa konsekuensi."
Lebih lanjut, Aref menyatakan komitmen Iran untuk memanfaatkan seluruh potensi hukum, politik, dan internasionalnya guna menindaklanjuti kasus kejahatan ini di forum-forum internasional. Ia juga menyerukan komunitas global agar tidak berdiam diri menyaksikan tindakan agresi tersebut.

