Kopenhagen digegerkan oleh insiden diplomatik yang memicu kemarahan para veteran militer Denmark. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Kopenhagen menuai kritik tajam setelah mencopot puluhan bendera nasional Denmark yang dipasang untuk menghormati tentara-tentara Denmark yang gugur di Afghanistan. Bendera-bendera tersebut, yang memuat nama 44 pahlawan gugur, dipasang di taman bunga depan misi diplomatik itu pada Selasa (27/1) pekan lalu, namun kemudian dicopot oleh staf Kedubes AS pada Rabu (28/1) pagi.
Insiden ini berakar dari pernyataan kontroversial Presiden AS Donald Trump pekan sebelumnya. Trump, dalam sebuah wawancara, meremehkan peran pasukan non-AS dalam perang di Afghanistan, menyebut mereka "agak sedikit di belakang, sedikit di luar garis depan". Komentar ini memicu kemarahan di kalangan sekutu NATO, termasuk Denmark.

Sebagai respons terhadap komentar yang dianggap merendahkan itu, sebanyak 44 bendera mini Denmark dipasang di luar kompleks Kedubes AS, masing-masing mewakili satu tentara Denmark yang gugur di Afghanistan. Namun, sebuah video yang beredar di media lokal Denmark menunjukkan staf kedutaan mencopot bendera-bendera tersebut, memicu gelombang protes dan kecaman keras dari para veteran militer dan politisi Denmark.
Awalnya, Kedubes AS menjelaskan kepada media lokal bahwa pencopotan dilakukan karena bendera-bendera itu dipasang tanpa koordinasi. Dalam pernyataan kepada internationalmedia.co.id, Kedubes AS menekankan bahwa "bendera, spanduk, papan penanda, dan barang-barang lainnya terkadang ditinggalkan di dekat kedutaan" setelah unjuk rasa, dan meskipun tidak dilarang, biasanya dibersihkan oleh staf keamanan. Mereka menyatakan bendera-bendera tersebut dicopot "sesuai dengan kebijakan ini". Namun, setelah gelombang kritik meluas, Kedubes AS mencabut pernyataan awalnya.
Para politisi dan perwakilan veteran militer Denmark mengutuk keras tindakan Kedubes AS. Ketua Asosiasi Veteran Denmark, Carsten Rasmussen, mengungkapkan kepada internationalmedia.co.id, "Itu tindakan yang tidak perlu, yang dianggap sebagai provokasi oleh banyak warga Denmark." Rasmussen menambahkan, "Jika Duta Besar Amerika sepenuhnya menyadari apa yang terjadi di Denmark, maka mereka akan mengetahui apa maksud semua ini. Mereka akan mengetahui bahwa ini tampak seperti provokasi." Ia juga menyebut banyak pihak merasa komentar Trump sebagai "pengkhianatan" terhadap saudara seperjuangan mereka.
Menyusul maraknya pemberitaan dan protes, sejumlah bendera baru kembali dipasang di lokasi yang sama pada Rabu (28/1) sore. Bahkan, ratusan bendera kecil Denmark membanjiri petak-petak taman bunga di depan Kedubes AS. Dalam pernyataan terbaru kepada internationalmedia.co.id, Kedubes AS akhirnya menyatakan bahwa "bendera-bendera tambahan yang dipasang kemudian, saat ini berada di tempatnya dan akan tetap ada di sana", menandakan meredanya ketegangan diplomatik, setidaknya untuk sementara.

