Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Rahasia di Balik Gencatan Senjata Mendadak Ukraina
Trending Indonesia

Rahasia di Balik Gencatan Senjata Mendadak Ukraina

GunawatiBy Gunawati30-01-2026 - 23.00Tidak ada komentar2 Mins Read2 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Rahasia di Balik Gencatan Senjata Mendadak Ukraina
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sebuah manuver diplomatik tak terduga berhasil menghentikan sementara gempuran Rusia di Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin, pada Jumat (30/1/2026), menyetujui permintaan langsung dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menangguhkan serangan hingga Minggu, 1 Februari 2026. Keputusan ini, seperti dilaporkan Internationalmedia.co.id – News, diambil di tengah kondisi cuaca dingin ekstrem yang melanda wilayah tersebut.

Permintaan Trump secara spesifik berfokus pada penghentian gempuran terhadap ibu kota Ukraina, Kyiv, dan wilayah sekitarnya, dengan alasan utama kondisi cuaca yang membekukan. Dari sudut pandang Moskow, permohonan pemimpin AS tersebut juga dipandang sebagai upaya untuk menciptakan iklim kondusif bagi proses negosiasi yang dipimpin Washington, yang bertujuan mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun.

Rahasia di Balik Gencatan Senjata Mendadak Ukraina
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dmitry Peskov, juru bicara Kremlin, membenarkan adanya permintaan tersebut. "Saya dapat mengatakan bahwa Presiden Trump memang mengajukan permintaan pribadi kepada Presiden Putin untuk menahan diri dari menyerang Kyiv selama seminggu hingga 1 Februari, demi menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi negosiasi," ujar Peskov. Sehari sebelumnya, dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Trump juga secara langsung mengungkapkan, "Saya secara pribadi meminta Presiden Putin untuk tidak menembaki Kyiv dan berbagai kota selama seminggu," menegaskan alasannya adalah "karena cuaca dingin, sangat dingin."

Serangan berkelanjutan Rusia terhadap jaringan energi Ukraina sebelumnya telah melumpuhkan pasokan pemanas di banyak distrik, memperparah penderitaan warga. Dengan perkiraan suhu di Kyiv yang akan anjlok hingga sekitar -30 derajat Celsius dalam beberapa hari ke depan, kekhawatiran akan krisis kemanusiaan semakin meningkat, menjadi faktor krusial di balik permohonan Trump.

Dalam beberapa hari terakhir, Ukraina memang tidak melaporkan adanya gelombang serangan besar-besaran berupa drone dan rudal yang kerap dilancarkan Rusia ke Kyiv. "Tidak ada serangan terhadap fasilitas energi tadi malam," ungkap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melalui media sosial, meskipun ia menambahkan, "Tetapi kemarin sore infrastruktur energi kami di beberapa wilayah terkena serangan."

Zelensky sendiri sebelumnya telah menyambut baik pengumuman Trump tersebut. Ia juga menegaskan prinsip timbal balik: "Jika Rusia tidak menyerang infrastruktur energi kami – fasilitas pembangkit listrik atau aset energi lainnya – kami tidak akan menyerang infrastruktur mereka," ujarnya kepada wartawan, termasuk Internationalmedia.co.id, dalam komentar yang dirilis Jumat.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Angka Kematian Lebanon Melonjak Drastis

13-03-2026 - 12.45

Netanyahu Kembali Dengan Ancaman Maut

13-03-2026 - 12.30

13-03-2026 - 12.15

Turki Bergetar Lagi Warga Penasaran

13-03-2026 - 12.00

Ultimatum Teheran Guncang Kawasan

13-03-2026 - 10.45

Geger Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak Ini Kata Pentagon

13-03-2026 - 10.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.