Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Trump Mengguncang Iran Opsi Militer di Meja
Trending Indonesia

Trump Mengguncang Iran Opsi Militer di Meja

GunawatiBy Gunawati30-01-2026 - 16.30Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Trump Mengguncang Iran Opsi Militer di Meja
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Washington DC. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan tengah mengkaji serangkaian opsi ekstrem terkait Iran, termasuk potensi melancarkan serangan militer terarah. Langkah ini, menurut sumber-sumber yang dekat dengan pemerintah AS, bertujuan untuk memicu gelombang protes baru di dalam negeri Iran dan mendorong perubahan kepemimpinan. Informasi sensitif ini diungkapkan oleh beberapa sumber kepada Reuters, yang juga dikutip oleh Al Arabiya.

Pertimbangan ini muncul setelah penumpasan brutal terhadap demonstrasi di berbagai wilayah Iran awal bulan ini, yang diklaim menewaskan ribuan orang. Dua sumber dari pemerintahan AS yang mengetahui diskusi tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Trump berambisi menciptakan kondisi bagi "perubahan rezim." Opsi serangan yang sedang dipertimbangkan akan menargetkan para komandan dan institusi Iran yang dianggap AS paling bertanggung jawab atas kekerasan terhadap demonstran. Harapannya, tindakan militer ini dapat membangkitkan kepercayaan diri para demonstran untuk mengambil alih gedung-gedung pemerintahan dan keamanan.

Trump Mengguncang Iran Opsi Militer di Meja
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Meski demikian, Trump belum membuat keputusan akhir mengenai tindakan yang akan diambil, termasuk apakah akan menempuh jalur militer. Selain serangan terarah, para penasihat juga membahas opsi serangan yang lebih luas dan memiliki dampak jangka panjang, seperti menargetkan rudal buatan Teheran yang mampu mencapai sekutu AS di Timur Tengah, atau bahkan program pengayaan nuklir Iran. Sejauh ini, Iran secara konsisten menolak bernegosiasi mengenai pembatasan rudalnya, yang dianggap sebagai satu-satunya penangkal terhadap Israel.

Kedatangan kapal induk AS beserta sejumlah kapal perang pendukung di Timur Tengah pekan ini memang telah memperluas kemampuan Trump untuk melancarkan tindakan militer, menyusul ancaman intervensi berulang kali atas tindakan keras Iran terhadap demonstran. Namun, rencana ini tidak luput dari kekhawatiran serius. Sejumlah pejabat regional dan Barat, yang pemerintahannya telah diberi pengarahan tentang diskusi di Gedung Putih, menyuarakan kekhawatiran bahwa serangan AS justru dapat melemahkan gerakan protes yang sudah meluas, alih-alih menguatkannya.

Alex Vatanka, Direktur Program Iran pada Middle East Institute, berpendapat bahwa tanpa pembelotan militer skala besar, unjuk rasa di Iran akan tetap "heroik tetapi kalah persenjataan." Sebuah sumber Barat lainnya meyakini tujuan Trump lebih pada perubahan kepemimpinan di Iran, bukan penggulingan rezim secara menyeluruh, mirip dengan situasi yang diupayakan di Venezuela.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dalam sidang Senat AS membahas Venezuela pada Rabu (28/1), sempat mengungkapkan "harapan" untuk transisi serupa jika Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, lengser. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa situasi di Iran jauh lebih rumit dan tidak jelas siapa yang akan mengambil alih kekuasaan jika Khamenei kehilangan posisinya.

Para pejabat AS berpendapat bahwa transisi di Iran dapat memecah kebuntuan nuklir dan pada akhirnya membuka pintu bagi hubungan kerja sama yang lebih erat dengan Barat. Namun, ada peringatan serius: tidak adanya penerus yang jelas untuk Khamenei. Jika terjadi kekosongan kekuasaan, Garda Revolusi Iran (IRGC) dipercaya dapat mengambil alih, yang justru akan memperkuat pemerintahan garis keras, serta semakin memperdalam kebuntuan nuklir dan ketegangan regional.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Israel Panas Serpihan Rudal Iran Jadi Pemicu

16-03-2026 - 10.15

Gerbang Rafah Kembali Terbuka Setelah Dua Tahun

16-03-2026 - 10.00

Netanyahu Jawab Isu Sensasional

16-03-2026 - 07.15

Bandara Baghdad Diguncang Serangan Misterius

16-03-2026 - 07.00

Nasib Netanyahu Di Ujung Tanduk Iran Bersumpah Memburu

16-03-2026 - 03.15

Pangkalan Udara Diserang Drone Ketegangan Memuncak

16-03-2026 - 03.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.