Internationalmedia.co.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadi sorotan publik setelah terlihat dengan memar di tangannya saat menghadiri Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss. Sontak, hal ini memicu spekulasi tentang kondisi kesehatannya. Namun, Trump dengan cepat membantah spekulasi tersebut dan memberikan penjelasan singkat.
Berikut rangkuman berita internasional terpopuler lainnya yang berhasil dihimpun Internationalmedia.co.id pada Jumat (23/1/2026):

-
Konfrontasi Iran Memanas? Kapal Induk AS Bergerak!
Di tengah tensi yang meningkat dengan Iran, Amerika Serikat (AS) dilaporkan akan segera mengerahkan kapal induk dan aset militer lainnya ke Timur Tengah. Langkah ini diambil meskipun Presiden Trump sebelumnya telah menyatakan harapannya untuk menghindari konflik baru dengan Iran. Pengerahan ini menyusul penindakan keras terhadap demonstran di Iran.
-
Spanyol Tolak Uluran Tangan Trump, Ada Apa?
Spanyol secara tegas menolak untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian yang baru dibentuk oleh Presiden AS Donald Trump di Davos. Pemerintah Spanyol menyatakan bahwa keputusan ini sejalan dengan prinsip multilateralisme dan sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ketidakhadiran Otoritas Palestina dalam dewan tersebut juga menjadi sorotan Madrid.
-
Trump Meremehkan Kanada, PM Carney Naik Pitam!
Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney terlibat dalam perdebatan sengit dengan Presiden AS Donald Trump setelah Trump mengklaim bahwa Kanada "hidup" karena AS. Carney dengan tegas menolak klaim tersebut dan menyatakan bahwa Kanada berkembang karena identitas dan kemampuan bangsanya sendiri.
-
Putin di Dewan Perdamaian Trump? Inggris Ungkap Kekhawatiran
Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer mengungkapkan kekhawatirannya terkait kemungkinan Presiden Rusia Vladimir Putin bergabung dengan "Dewan Perdamaian" yang digagas oleh Presiden AS Donald Trump. Kekhawatiran ini muncul mengingat keterlibatan Rusia dalam konflik di Ukraina.
-
Misteri Memar di Tangan Trump Terpecahkan?
Kembali ke memar misterius di tangan Presiden Trump, ia menjelaskan bahwa memar tersebut disebabkan oleh benturan dengan meja. Gedung Putih sebelumnya menyatakan bahwa memar serupa di tangan kanan Trump disebabkan oleh kombinasi seringnya berjabat tangan dan konsumsi aspirin untuk kesehatan jantung, yang dapat meningkatkan risiko memar.
