Internationalmedia.co.id – News, Jakarta – Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyuarakan kekhawatiran mendalam terkait potensi keterlibatan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam "Dewan Perdamaian" yang diinisiasi oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Kekhawatiran ini muncul setelah Trump mengklaim bahwa Putin telah menerima undangan untuk bergabung dalam dewan tersebut. Namun, pihak Rusia menyatakan undangan tersebut masih dalam tahap pertimbangan.

"Saya jelas memiliki kekhawatiran tentang Putin berada di Dewan Perdamaian," tegas Starmer dalam wawancaranya dengan Channel 4 News. Ia menyoroti agresi Rusia terhadap Ukraina, dengan menyebutkan bahwa negara tersebut terus-menerus dihujani bom.
Starmer menekankan pentingnya fokus pada dukungan terhadap Ukraina dan kerja sama dengan sekutu, termasuk Amerika Serikat. "Kita perlu bekerja sama dengan Amerika. Sekutu dan pihak lainlah yang akan membela dan mendukung Ukraina dalam konflik yang bukan kesalahan mereka," ujarnya.
Dewan Perdamaian yang digagas Trump awalnya bertujuan untuk mengawasi rekonstruksi Jalur Gaza pasca-konflik. Namun, mandatnya diperluas untuk mencakup penyelesaian konflik global. Draf piagam dewan tersebut menyerukan kontribusi dana sebesar US$ 1 miliar dari anggota yang menginginkan keanggotaan permanen.
Inisiatif Trump ini menuai beragam reaksi. Beberapa negara, seperti Prancis dan Norwegia, menolak bergabung, sementara negara-negara lain, termasuk Indonesia, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Yordania, Qatar, Pakistan, Turki, dan Israel, menyatakan minatnya untuk berpartisipasi. Sejumlah diplomat asing khawatir dewan ini dapat merusak peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
