Internationalmedia.co.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjadi sorotan usai beberapa kali salah menyebut Greenland sebagai "Iceland" atau Islandia saat berpidato di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Kesalahan ini memicu beragam reaksi, terutama dari kalangan politisi dan media.
Dalam pidatonya, Trump, yang kini berusia 79 tahun, membahas potensi kesepakatan terkait Greenland, pulau strategis di kawasan Arktik yang menjadi wilayah otonomi Denmark. Ia menjadikan ancaman keamanan dari Rusia dan China di Lingkaran Arktik sebagai justifikasi.

"Saya membantu NATO, dan sampai beberapa hari terakhir, ketika saya memberitahu mereka tentang Iceland, mereka menyukai saya," ujar Trump, merujuk pada Greenland. "Mereka tidak ada di sana untuk kita soal Iceland — itu yang bisa saya pastikan. Maksud saya, pasar saham kita mengalami penurunan pertama kemarin karena Iceland. Jadi Iceland sudah merugikan kita banyak uang," tambahnya.
Kesalahan penyebutan ini segera memicu komentar di media sosial. Jurnalis Libbey Dean mengkritik Trump di platform X, yang kemudian dibalas oleh Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt. Leavitt membantah bahwa Trump mengalami kebingungan dan mengklaim bahwa pernyataan tertulisnya menyebut Greenland sebagai "potongan es."
Gubernur California Gavin Newsom, dari Partai Demokrat, turut mengomentari insiden ini, menyatakan bahwa "semua ini tidak normal." Masalah ketajaman mental menjadi isu sensitif bagi Trump, yang sebelumnya menyerang mantan Presiden Joe Biden dengan tuduhan demensia selama kampanye pilpres 2024.
