Washington DC – Internationalmedia.co.id – News – Sebuah klaim mengejutkan dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menyatakan bahwa banyak warga Kuba tewas dalam operasi militer AS di Venezuela yang bertujuan menangkap Presiden Nicolas Maduro. Pernyataan ini muncul di tengah sorotan terhadap keterikatan mendalam antara Havana dan Caracas.
Dilansir dari laporan AFP yang juga dikutip internationalmedia.co.id, kedua negara Amerika Latin ini telah lama dikenal sebagai sekutu strategis. Keduanya menganut ideologi komunis dan sama-sama menghadapi tekanan sanksi ekonomi berat dari Amerika Serikat. Selama beberapa dekade, Kuba sangat mengandalkan Venezuela, terutama untuk dukungan ekonomi vital dan pasokan bahan bakar.

Menjelang operasi militer AS pada Sabtu (3/1) tersebut, berbagai media di Amerika Serikat telah melaporkan bahwa Presiden Maduro sangat bergantung pada penasihat dan pengawal yang berasal dari Kuba, mengindikasikan peran krusial mereka dalam lingkaran dalam kekuasaan Maduro.
Hingga kini, baik pemerintah Venezuela maupun Amerika Serikat belum merilis angka resmi mengenai jumlah korban tewas akibat serangan tersebut. Namun, Trump secara tegas menyatakan bahwa tidak ada personel AS yang gugur dalam operasi itu. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan The New York Post, Trump mengungkapkan rincian mengejutkan mengenai nasib warga Kuba.
Tanpa merinci angka pasti, Trump menegaskan bahwa "banyak warga Kuba kehilangan nyawa mereka tadi malam." Ia menambahkan bahwa para warga Kuba tersebut tewas saat berupaya melindungi Maduro, sebuah tindakan yang menurutnya "bukan langkah yang baik." Pernyataan ini dilontarkan Trump usai konferensi pers terkait serangan di Caracas.
Trump kembali menekankan betapa vitalnya Venezuela bagi Kuba. "Kuba selalu sangat bergantung pada Venezuela. Dari sanalah mereka mendapatkan uang, dan mereka melindungi Venezuela, tetapi itu tidak berjalan dengan baik dalam kasus ini," ujarnya, mengisyaratkan kegagalan strategi perlindungan tersebut.
Meskipun demikian, Trump juga melayangkan peringatan keras kepada Havana. "Jika saya tinggal di Havana dan berada di pemerintahan, saya akan sedikit khawatir," katanya. Namun, ia mengklaim tidak akan melancarkan serangan militer langsung ke Kuba. "Tidak (menyerang Kuba), Kuba akan runtuh dengan sendirinya. Kuba sedang dalam kondisi yang sangat buruk," pungkas Trump, memprediksi keruntuhan internal negara komunis tersebut.
