Ketegangan di Yaman kembali memuncak setelah koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangkaian serangan udara terhadap kelompok separatis yang didukung Uni Emirat Arab (UEA). Insiden tragis ini dilaporkan menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai puluhan lainnya, memperparah krisis kemanusiaan di negara tersebut. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa serangan ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang telah berlangsung lama.
Mohammed Abdulmalik, Kepala Dewan Transisi Selatan (STC) di Wadi Hadramaut dan Gurun Hadramaut, mengungkapkan bahwa tujuh serangan udara menghantam sebuah kamp di Al-Khasah. Akibat gempuran tersebut, tujuh nyawa melayang dan lebih dari dua puluh orang mengalami luka-luka, menambah daftar panjang korban sipil dalam konflik Yaman.

Sebelumnya, koalisi Saudi juga membombardir kota pelabuhan Mukalla. Operasi ini dilakukan menyusul dugaan kedatangan dua kapal yang membawa muatan senjata dari Pelabuhan Fujairah, UEA. Menurut juru bicara Pasukan Koalisi pimpinan Saudi, Brigjen Turki al-Maliki, awak kapal-kapal tersebut sengaja menonaktifkan sistem pelacakan mereka dan menurunkan sejumlah besar persenjataan serta kendaraan tempur di Mukalla.
Saudi mengklaim bahwa serangan mereka menargetkan pasokan senjata dan kendaraan tempur yang ditujukan untuk mendukung kelompok separatis STC, khususnya di wilayah Hadramaut dan al-Mahrah yang kerap dilanda gejolak. Kantor berita Saudi Press Agency (SPA) mengutip pernyataan koalisi, "Mengingat bahaya dan eskalasi yang ditimbulkan oleh senjata-senjata ini, Angkatan Udara koalisi melancarkan operasi militer terbatas pagi ini yang menargetkan persenjataan dan kendaraan tempur yang telah diturunkan dari kedua kapal di pelabuhan al-Mukalla."
Dalam beberapa pekan terakhir, STC yang didukung UEA memang telah menunjukkan ambisi besar untuk menghidupkan kembali negara Yaman Selatan yang pernah merdeka. Mereka berhasil menguasai sebagian besar wilayah, mengusir pasukan pemerintah dan sekutu-sekutunya. Koalisi pimpinan Saudi telah berulang kali memperingatkan akan mendukung pemerintah Yaman dalam konfrontasi militer apa pun dengan pasukan separatis, mendesak mereka untuk mundur ‘secara damai’ dari provinsi-provinsi yang baru saja direbut.
Serangan terbaru ini menggarisbawahi kompleksitas dan ketegangan yang terus meningkat di Yaman, di mana berbagai faksi dan kekuatan regional saling berhadapan, dengan dampak yang mengerikan bagi penduduk sipil.
