Internationalmedia.co.id – Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengklaim telah mencapai konsensus penting dengan Amerika Serikat (AS) terkait isu-isu ekonomi dan perdagangan yang selama ini menjadi batu sandungan. Pernyataan ini muncul setelah pertemuan tatap muka dengan Presiden AS Donald Trump di Busan, Korea Selatan, pada Kamis (30/10) pagi.
Pertemuan yang berlangsung selama 1 jam 40 menit itu, menjadi sorotan dunia di tengah ketegangan perang dagang yang berkepanjangan. Xi Jinping menekankan bahwa tim dari kedua negara akan bekerja sama untuk menuntaskan detail implementasi konsensus tersebut.

"Tim ekonomi dan perdagangan kedua negara saling bertukar pandangan mendalam mengenai isu-isu ekonomi dan perdagangan yang penting dan mencapai konsensus untuk menyelesaikannya," ujar Xi, seperti dilansir kantor berita Xinhua. Ia menambahkan bahwa kedua tim harus segera menyelesaikan pekerjaan lanjutan, menjaga konsensus, dan memberikan hasil nyata bagi perekonomian Tiongkok, AS, dan dunia.
Meskipun rincian kesepakatan spesifik belum diungkapkan secara detail oleh Xinhua, Xi Jinping menekankan pentingnya interaksi positif antara kedua negara di panggung regional dan internasional.
Sebelumnya, Presiden Trump juga menyebut pertemuan tersebut sebagai "kesuksesan besar". Ia mengisyaratkan adanya kesepakatan terkait pemangkasan tarif fentanyl, pasokan logam tanah jarang, dan pembelian langsung kedelai serta produk pertanian AS lainnya oleh Tiongkok. Trump juga berencana mengunjungi Tiongkok pada April mendatang untuk pembicaraan lanjutan, dan Xi Jinping dijadwalkan akan berkunjung ke AS setelah itu. Apakah ini pertanda berakhirnya perang dagang?
