Internationalmedia.co.id – Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, baru-baru ini mengumumkan bahwa negaranya memiliki arsenal pertahanan udara yang signifikan, termasuk 5.000 rudal darat-ke-udara buatan Rusia. Pengumuman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat terkait pengerahan pasukan AS di wilayah Karibia.
Maduro menyatakan bahwa rudal-rudal Igla-S, yang dirancang untuk menembak jatuh pesawat terbang rendah, akan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis untuk memastikan perdamaian. Langkah ini dipandang sebagai respons langsung terhadap aktivitas militer AS di perairan Karibia, yang oleh Venezuela dianggap sebagai persiapan untuk operasi penggulingan Maduro.

Pengerahan pasukan AS di Karibia, yang secara resmi ditujukan untuk memerangi perdagangan narkoba, telah memicu kemarahan di antara para pemimpin Amerika Latin. Militer AS bahkan telah menghancurkan beberapa kapal yang diduga menyelundupkan narkoba dari Venezuela.
Ketegangan regional semakin meningkat dengan adanya perselisihan antara Presiden Kolombia Gustavo Petro dan Presiden AS Donald Trump. Kolombia bahkan telah menarik duta besarnya untuk Washington.
Trump mengklaim bahwa pengerahan pasukan AS telah berhasil mengurangi perdagangan narkoba melalui laut dan mengancam akan menyerang para pengedar narkoba yang beroperasi di darat. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.