Internationalmedia.co.id – Ketegangan antara Venezuela dan Amerika Serikat kembali memanas. Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menyatakan kesiapan penuh pasukannya untuk menghadapi potensi ancaman militer dari AS, menyusul pengerahan kapal perang dan aset militer signifikan oleh Washington di perairan Karibia.
Washington menuduh Maduro terlibat dalam kartel narkoba dan mengerahkan kekuatan militernya, termasuk pesawat tempur siluman dan kapal Angkatan Laut, sebagai bagian dari operasi kontra-narkotika. Namun, Maduro menuding balik AS berencana melakukan penggulingan rezim. Bahkan, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan operasi rahasia CIA terhadap Venezuela.

Menanggapi tindakan AS, Maduro memerintahkan latihan militer di seluruh negeri dan menempatkan pasukannya di wilayah perbatasan. "Hari ini kita telah menyelesaikan semua zona pertahanan terpadu negara ini," ujar Maduro dalam pernyataan yang disiarkan melalui Telegram.
Selain itu, Maduro mengumumkan latihan militer baru bertajuk "Independence 200". Siaran televisi pemerintah menayangkan rekaman pergerakan tentara dari barak mereka. Latihan ini juga melibatkan polisi, staf perlindungan sipil, dan anggota milisi sipil, menunjukkan keseriusan Venezuela dalam menghadapi potensi konflik.
Sebelumnya, pasukan AS di Karibia dilaporkan telah menyerang sejumlah kapal yang diduga membawa narkoba dari Venezuela ke Amerika Serikat, mengakibatkan puluhan orang tewas. Situasi ini semakin meningkatkan ketegangan dan kekhawatiran akan eskalasi konflik antara kedua negara.
