Internationalmedia.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuat gebrakan mengejutkan dengan memerintahkan Pentagon untuk segera memulai uji coba senjata nuklir. Keputusan ini diumumkan di tengah ketegangan global, khususnya terkait perkembangan senjata nuklir Rusia dan China.
Trump menyampaikan perintah tersebut melalui platform media sosial Truth Social, saat dirinya berada di Korea Selatan untuk menghadiri KTT APEC dan bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping. "Amerika Serikat memiliki lebih banyak senjata nuklir daripada negara lain mana pun," tulis Trump, seraya menambahkan bahwa modernisasi persenjataan nuklir telah dilakukan selama masa jabatannya.

Meskipun mengakui potensi destruktif senjata nuklir, Trump merasa "tidak punya pilihan" karena negara lain juga mengembangkan program serupa. Ia menunjuk Rusia dan China sebagai negara yang secara agresif meningkatkan kemampuan nuklir mereka. "Rusia berada di posisi kedua, dan China di posisi ketiga, tetapi akan sama dalam waktu 5 tahun," tegasnya.
Perintah Trump ini muncul setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengumumkan keberhasilan uji coba drone Poseidon bertenaga nuklir. Moskow juga sebelumnya mengklaim sukses menguji coba rudal jelajah Burevestnik berkemampuan nuklir. Putin bahkan menyebut bahwa sistem drone torpedo bawah air Rusia "tidak memiliki analog di dunia" dan mustahil untuk dicegat.
Pengumuman Trump ini kontras dengan data yang ada. Rusia, menurut Campaign to Abolish Nuclear Weapons, memiliki lebih dari 5.500 hulu ledak nuklir, sementara AS memiliki 5.044 senjata nuklir. Amerika Serikat terakhir kali melakukan uji coba nuklir pada tahun 1992.
Keputusan Trump ini memicu kekhawatiran global akan potensi eskalasi perlombaan senjata nuklir. Pertemuan Trump dengan Xi Jinping di Korea Selatan diharapkan dapat meredakan ketegangan dan membuka dialog terkait isu-isu strategis, termasuk pengendalian senjata nuklir.
