internationalmedia.co.id – Sebuah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang mencekam berhasil mengungkap detik-detik memilukan di balik kecelakaan maut yang merenggut nyawa dua remaja di kawasan Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Video tersebut memperlihatkan situasi mencekam saat dua korban tengah berupaya menyelamatkan diri dari kejaran sekelompok pelajar yang membawa senjata tajam.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat beberapa sepeda motor melaju kencang di jalan raya. Dua sepeda motor di barisan depan tampak membelah jalan dengan kecepatan tinggi. Namun, suasana berubah menjadi horor saat kamera menangkap sepeda motor ketiga, yang ternyata adalah kendaraan yang dikendarai oleh korban, sedang dikejar secara agresif oleh satu sepeda motor lainnya.

Pengendara yang mengejar tampak tidak hanya sekadar memacu kendaraan, tetapi juga terlihat mengayunkan senjata tajam berukuran besar ke arah korban. Ketegangan memuncak saat sepeda motor korban kehilangan kendali, menghantam trotoar, hingga akhirnya kedua remaja tersebut terpelanting keras ke pinggir jalan. Setelah kecelakaan terjadi, para pengejar yang terdiri dari tiga pelajar tersebut langsung tancap gas meninggalkan lokasi kejadian.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat sore, sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan kronologi yang dihimpun, kedua korban merupakan pelajar yang baru saja selesai memberikan dukungan sebagai suporter dalam sebuah pertandingan futsal di area SPBU Alam Sutera. Naas, saat perjalanan pulang, mereka justru berpapasan dengan kelompok pelajar lain yang diduga kuat membawa senjata tajam.
Kasie Humas Polres Tangsel, Iptu Wahyuni, mengonfirmasi bahwa kelompok pengejar diduga berasal dari salah satu SMK di kawasan Ciledug. Upaya melarikan diri yang dilakukan korban justru berujung maut di Jalan Sutera Utama, tepat di seberang pintu masuk Sekolah Laurensia. Motor Honda Scoopy merah yang dikendarai korban menghantam pembatas jalan dan menabrak tiang listrik dengan sangat keras.
Meski sempat ada dugaan serangan senjata tajam, hasil pemeriksaan medis dari tim Inafis dan RSUD Kabupaten Tangerang menunjukkan bahwa penyebab utama kematian adalah benturan keras. Tidak ditemukan luka tusuk atau sabetan pada tubuh korban, melainkan luka memar dan lecet parah di bagian wajah serta dahi akibat hantaman benda keras saat kecelakaan.
Menindaklanjuti kejadian ini, Unit Reskrim Polsek Serpong bergerak cepat dengan menangkap tiga pelajar yang diduga terlibat dalam aksi pembawa senjata tajam tersebut. Ketiganya kini telah diamankan oleh pihak kepolisian dengan status Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH). Polisi juga menyita sejumlah barang bukti mematikan berupa celurit besar, arit, dan golok.
Pihak kepolisian kini tengah mendalami keterkaitan antara aksi pengejaran tersebut dengan kecelakaan yang menyebabkan hilangnya nyawa kedua pelajar. Polisi juga mengimbau para orang tua dan pihak sekolah untuk lebih memperketat pengawasan terhadap aktivitas remaja guna mencegah aksi serupa terulang kembali di masa mendatang.
