Serangan udara Israel yang brutal kembali menghantam Jalur Gaza. Internationalmedia.co.id melaporkan, sedikitnya 23 warga Palestina tewas, termasuk 8 anak-anak, dalam rentetan pengeboman yang terjadi Kamis dini hari. Insiden memilukan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Hamas menyatakan kesediaan membebaskan 10 sandera Israel sebagai bagian dari negosiasi gencatan senjata yang difasilitasi Qatar.
Data yang mengerikan terus berdatangan. Sebelumnya, internationalmedia.co.id mencatat setidaknya 26 warga Palestina tewas pada Rabu, 29 orang pada Selasa, dan 12 orang pada Senin. Mohammed al-Mughair, pejabat badan pertahanan sipil Gaza, mengungkapkan serangan terbaru menargetkan wilayah tengah dan selatan Gaza. Serangan terparah terjadi di Deir el-Balah, menewaskan 12 orang. Korban tewas juga termasuk delapan anak dan dua wanita.

Al-Mughair menambahkan, pesawat tempur Israel menyerang lokasi berkumpulnya warga di dekat pos medis. Empat orang tewas di kamp pengungsian Bureij, dua orang di Nuseirat, dan lima lainnya di tenda pengungsi Al-Mawasi, Khan Younis. Sampai berita ini diturunkan, militer Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan mematikan tersebut. Tragedi ini menambah derita warga Palestina di tengah konflik yang tak kunjung usai.
