Internationalmedia.co.id melaporkan sebuah tragedi kemanusiaan di perairan Italia. Sebuah kapal migran tenggelam di dekat Pulau Lampedusa, menewaskan seorang wanita. Insiden nahas ini terjadi tengah malam, sekitar 72 kilometer dari pulau tersebut, setelah kapal penangkap ikan yang membawa para migran itu berangkat dari La Louza, Tunisia. Meskipun demikian, kabar baiknya adalah penjaga pantai Italia berhasil menyelamatkan 87 jiwa dari tragedi ini.
Informasi yang didapat internationalmedia.co.id dari laporan AFP menyebutkan, nelayan Tunisia di sekitar lokasi kejadian lah yang pertama kali memberitahu otoritas Italia. Mereka memperkirakan masih ada lima hingga enam migran yang belum ditemukan. Para migran yang selamat, semuanya berasal dari Afrika sub-Sahara, langsung dibawa ke pusat penerimaan di Lampedusa untuk mendapatkan perawatan medis. Palang Merah Italia, yang mengelola pusat tersebut, juga mengkonfirmasi penemuan jenazah wanita korban tenggelam.

Data dari Kementerian Dalam Negeri Italia hingga 30 Juni 2025 mencatat angka kedatangan migran yang cukup tinggi, yaitu 29.903 orang, termasuk 5.146 anak di bawah umur tanpa pendamping. Meskipun sedikit lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu, angka ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 65.519 migran. Sebagian besar migran tiba melalui rute Mediterania tengah, jalur yang dikenal sebagai salah satu yang paling berbahaya di dunia. Organisasi Internasional untuk Migrasi mencatat angka kematian yang mengkhawatirkan di jalur ini, 2.452 jiwa pada 2024 dan diperkirakan mencapai 3.155 jiwa pada tahun 2023, meningkat signifikan dari angka terendah 1.450 pada tahun 2020. Tragedi ini sekali lagi menyoroti bahaya perjalanan migrasi ilegal dan perlunya upaya internasional untuk mengatasi akar permasalahan serta meningkatkan keselamatan para migran.
