Internationalmedia.co.id – News – Perang di Timur Tengah semakin memanas memasuki hari kelima. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Rabu (4/3) mengumumkan telah meluncurkan sekitar 40 rudal ke sejumlah target milik Amerika Serikat dan Israel. Serangan ini merupakan gelombang ke-17 dari operasi yang dinamakan "Honest Promise 4". Pernyataan IRGC tersebut dibacakan melalui televisi pemerintah, sebagaimana dilaporkan Al Arabiya dan dikutip oleh internationalmedia.co.id pada Rabu (4/3).
Meski demikian, IRGC tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai lokasi pasti atau dampak dari serangan rudal tersebut. Aksi balasan Iran ini dipicu oleh serangkaian serangan udara yang dilancarkan Israel dan AS terhadap wilayah Iran sejak Sabtu (28/2) pekan lalu, menandai eskalasi konflik yang signifikan.

Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Selasa (3/3) mengungkapkan bahwa Iran telah meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik dan lebih dari 2.000 drone dalam berbagai serangan balasan di seluruh kawasan Timur Tengah hingga saat ini. Data ini menunjukkan intensitas respons Teheran terhadap serangan yang mereka terima.
Menanggapi eskalasi ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin (2/3) sempat menyatakan bahwa konflik AS-Israel dengan Iran "mungkin akan memakan waktu beberapa saat", namun ia menegaskan tidak akan berlangsung bertahun-tahun. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama para pejabat senior lainnya telah berulang kali memperingatkan bahwa konflik dengan Iran berpotensi meningkatkan jumlah kematian personel militer AS, seiring Teheran terus membalas serangan yang dilancarkan AS dan Israel.
Kekhawatiran terhadap keselamatan pasukan AS di Timur Tengah menjadi topik utama dalam pengarahan tertutup kepada anggota parlemen AS pada Selasa (3/3) waktu setempat. Pengarahan tersebut dihadiri oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, Direktur CIA John Ratcliffe, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Senator Chris Murphy, seorang Demokrat, mengungkapkan keprihatinannya setelah pengarahan, menyatakan, "Mereka memberi tahu kami di ruangan itu bahwa akan ada lebih banyak orang Amerika yang akan mati – bahwa mereka tidak akan mampu menghentikan drone-drone ini."
Dengan serangan rudal terbaru ini, ketegangan di Timur Tengah diperkirakan akan semakin memuncak, menyoroti risiko yang terus meningkat bagi semua pihak yang terlibat.

