Internationalmedia.co.id – News – Washington DC – Amerika Serikat (AS) bersiap untuk meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah dengan mengerahkan ribuan Marinir dan sejumlah kapal perang tambahan. Langkah ini diambil untuk memperkuat kekuatan udara dan darat Washington, seiring dengan semakin intensifnya serangan gabungan yang dilancarkan bersama Israel terhadap Iran.
Departemen Pertahanan AS, atau Pentagon, telah memberikan lampu hijau untuk pengerahan Unit Ekspedisi Marinir (MEU). Unit ini, yang biasanya terdiri dari beberapa kapal perang dan sekitar 5.000 personel Marinir AS, akan dikirim ke wilayah tersebut. Menurut sejumlah pejabat AS yang dilansir AFP dan Al Arabiya, MEU yang dimaksud berasal dari kawasan Indo-Pasifik dan akan membawa serta kapal-kapal amfibi serta jet tempur canggih.

Secara lebih rinci, sebuah Kelompok Siap Tempur dan Unit Ekspedisi Marinir (ARG/MEU) umumnya mencakup sekitar 2.500 Marinir dan 2.500 pelaut. Laporan dari Wall Street Journal (WSJ), yang mengutip sumber-sumber pejabat AS, mengindikasikan bahwa kapal perang USS Tripoli yang berbasis di Jepang beserta para Marinirnya sedang dalam perjalanan menuju Timur Tengah. WSJ juga mencatat bahwa pasukan Marinir sebenarnya sudah ada yang beroperasi di wilayah tersebut dalam konteks operasi melawan Iran. Permintaan untuk tambahan Marinir ini diajukan oleh Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi militer AS di Timur Tengah, dan telah disetujui oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth.
Pengerahan ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan yang signifikan di kawasan. AS dan Israel telah melancarkan serangkaian serangan gabungan berskala besar terhadap Iran sejak 28 Februari lalu. Teheran membalas dengan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Selain itu, Iran juga dilaporkan menargetkan kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang kini ditutup sejak konflik pecah.
Situasi di Timur Tengah semakin memanas, dengan pengerahan pasukan tambahan AS ini menandai babak baru dalam konfrontasi regional yang berpotensi meluas.

