Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Timur Tengah Bergolak Ribuan Marinir AS Merapat
Trending Indonesia

Timur Tengah Bergolak Ribuan Marinir AS Merapat

GunawatiBy Gunawati14-03-2026 - 16.00Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Timur Tengah Bergolak Ribuan Marinir AS Merapat
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Washington DC – Amerika Serikat (AS) bersiap untuk meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah dengan mengerahkan ribuan Marinir dan sejumlah kapal perang tambahan. Langkah ini diambil untuk memperkuat kekuatan udara dan darat Washington, seiring dengan semakin intensifnya serangan gabungan yang dilancarkan bersama Israel terhadap Iran.

Departemen Pertahanan AS, atau Pentagon, telah memberikan lampu hijau untuk pengerahan Unit Ekspedisi Marinir (MEU). Unit ini, yang biasanya terdiri dari beberapa kapal perang dan sekitar 5.000 personel Marinir AS, akan dikirim ke wilayah tersebut. Menurut sejumlah pejabat AS yang dilansir AFP dan Al Arabiya, MEU yang dimaksud berasal dari kawasan Indo-Pasifik dan akan membawa serta kapal-kapal amfibi serta jet tempur canggih.

Timur Tengah Bergolak Ribuan Marinir AS Merapat
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Secara lebih rinci, sebuah Kelompok Siap Tempur dan Unit Ekspedisi Marinir (ARG/MEU) umumnya mencakup sekitar 2.500 Marinir dan 2.500 pelaut. Laporan dari Wall Street Journal (WSJ), yang mengutip sumber-sumber pejabat AS, mengindikasikan bahwa kapal perang USS Tripoli yang berbasis di Jepang beserta para Marinirnya sedang dalam perjalanan menuju Timur Tengah. WSJ juga mencatat bahwa pasukan Marinir sebenarnya sudah ada yang beroperasi di wilayah tersebut dalam konteks operasi melawan Iran. Permintaan untuk tambahan Marinir ini diajukan oleh Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi militer AS di Timur Tengah, dan telah disetujui oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth.

Pengerahan ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan yang signifikan di kawasan. AS dan Israel telah melancarkan serangkaian serangan gabungan berskala besar terhadap Iran sejak 28 Februari lalu. Teheran membalas dengan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Selain itu, Iran juga dilaporkan menargetkan kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang kini ditutup sejak konflik pecah.

Situasi di Timur Tengah semakin memanas, dengan pengerahan pasukan tambahan AS ini menandai babak baru dalam konfrontasi regional yang berpotensi meluas.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Baghdad Bergetar Kedutaan AS Diserang Misteri

14-03-2026 - 16.45

Hamas Desak Iran Jangan Target Tetangga

14-03-2026 - 16.30

10 Rudal Korut Mengguncang Kawasan Apa yang Terjadi

14-03-2026 - 16.15

Trump Kirim Sinyal Keras Iran Menanti Gempuran

14-03-2026 - 12.45

AS Ungkap Fakta Mengejutkan Pemimpin Iran

14-03-2026 - 12.15

Iran Murka Infrastruktur Minyak AS dalam Bidikan

14-03-2026 - 10.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.