Internationalmedia.co.id, Istanbul – Kisah pilu datang dari para aktivis Global Sumud Flotilla yang baru saja dideportasi Israel. Mereka membeberkan pengalaman pahit selama ditahan, termasuk dipaksa minum air toilet untuk bertahan hidup.
Heliza Helmi dan Hazwani Helmi, dua aktris asal Malaysia yang ikut dalam misi kemanusiaan ke Jalur Gaza, tiba di Istanbul, Turki, pada Sabtu (4/10) setelah mengalami penahanan oleh pasukan Israel. Dalam wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency, keduanya menggambarkan perlakuan "brutal" dan "kejam" yang mereka alami.

"Kewajiban kita sebagai Muslim adalah membantu mereka, dan kita perlu menghentikan blokade serta mengirimkan makanan dan bantuan kepada warga Palestina," tegas Hazwani, yang bersama saudarinya, Heliza, merasakan langsung kerasnya penahanan Israel.
Heliza menambahkan, "Saya makan pada 1 Oktober. Hari ini (4 Oktober) adalah makan pertama saya. Jadi selama tiga hari, saya tidak makan — hanya minum dari toilet."
Paolo Romano, seorang politisi Italia yang juga ikut dalam rombongan tersebut, mengamini kekejaman yang dialami para aktivis. Ia menuturkan bahwa tentara Israel melakukan kekerasan psikologis dan fisik. Mereka ditahan tanpa air minum yang layak dan diteror di malam hari.
"Mereka membuka pintu di malam hari dan meneriaki kami dengan senjata untuk menakut-nakuti kami," ungkap Romano kepada AFP setibanya di Bandara Istanbul. "Kami diperlakukan seperti binatang," imbuhnya.
Kisah-kisah ini menjadi bukti nyata perlakuan tidak manusiawi yang dialami para aktivis kemanusiaan yang berupaya memberikan bantuan kepada warga Gaza.
