Internationalmedia.co.id – Otoritas Turki tengah berjuang keras untuk mengevakuasi sekitar 200 warga sipil yang dilaporkan terjebak di dalam terowongan di Jalur Gaza. Upaya ini dilakukan setelah Ankara berhasil memfasilitasi pemulangan jenazah seorang tentara Israel yang tewas dalam konflik Tel Aviv-Hamas satu dekade silam.
Seorang pejabat senior Turki yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa Ankara berhasil memfasilitasi pemulangan jenazah Hadar Goldin ke Israel setelah melalui upaya intensif. Upaya ini mencerminkan komitmen Hamas terhadap gencatan senjata yang sedang berlangsung.

"Pada saat yang sama, kami berupaya memastikan perjalanan yang aman bagi sekitar 200 warga sipil yang saat ini terjebak di terowongan," ujar pejabat tersebut kepada Reuters.
Turki, sebagai salah satu penandatangan kesepakatan gencatan senjata Gaza antara Israel dan Hamas, memiliki hubungan dekat dengan Hamas dan secara konsisten mengecam operasi militer Israel di Jalur Gaza.
Sementara itu, Hamas menegaskan bahwa para pejuangnya yang bersembunyi di area Rafah tidak akan menyerah kepada pasukan Israel. Mereka juga mendesak para mediator untuk mencari solusi atas krisis yang mengancam gencatan senjata yang rapuh.
Seorang pejabat keamanan Kairo mengungkapkan bahwa mediator Mesir telah mengusulkan agar para pejuang Hamas di Rafah menyerahkan senjata mereka kepada Mesir dan memberikan detail terowongan bawah tanah di area tersebut agar dapat dihancurkan. Sebagai imbalannya, mereka akan mendapatkan akses yang aman ke area-area lain di Jalur Gaza.
Hamas belum memberikan komentar langsung mengenai usulan tersebut, namun mengisyaratkan bahwa krisis ini dapat mempengaruhi kelanjutan gencatan senjata. Mereka menekankan tanggung jawab para mediator untuk menemukan solusi yang memastikan kelanjutan gencatan senjata dan mencegah Israel menggunakan dalih untuk melanggarnya.

