Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Israel melancarkan serangkaian serangan udara besar-besaran ke berbagai wilayah di Iran. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, ledakan dahsyat mengguncang ibu kota Teheran dan beberapa kota lainnya pada Senin (23/3/2026), memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas. Militer Israel mengklaim serangan ini menargetkan "infrastruktur rezim teror Iran" melalui unggahan di Telegram.
Media lokal Mehr melalui Telegram mengonfirmasi adanya "ledakan yang terdengar di Teheran", sementara kantor berita Fars melaporkan bahwa setidaknya lima area di ibu kota menjadi sasaran. Fars juga menyebutkan "suara ledakan yang mengerikan" menggema di seluruh kota, seperti dilansir AFP. Pasca-serangan, kepulan asap hitam tebal masih membumbung tinggi dari salah satu titik di Teheran timur, menandakan dampak signifikan dari gempuran tersebut.

Tragedi tak terhindarkan terjadi di Iran selatan. Stasiun penyiaran milik negara, Republik Islam Iran Broadcasting, melaporkan bahwa pemancar AM 100 kilowatt dari Pusat Radio dan Televisi Teluk Persia menjadi target serangan. Akibatnya, seorang petugas keamanan di pusat tersebut gugur, dan satu orang lainnya mengalami luka-luka. Televisi pemerintah Iran mengecam keras insiden ini, menyebutnya sebagai tindakan "tentara teroris Amerika-Zionis" yang "bertentangan dengan hukum internasional".
Laporan dari Al Jazeera menambahkan bahwa kota Khorramabad, yang berada di sebelah barat Teheran, juga tidak luput dari gempuran. Serangan udara di sana menghancurkan setidaknya satu bangunan. Yang paling memilukan, kantor berita Fars mengonfirmasi bahwa seorang anak tewas dalam serangan yang menyasar bangunan tempat tinggal di Khorramabad, menambah daftar korban sipil dalam insiden ini.
Rekaman video yang diunggah oleh Fars menampilkan adegan kepanikan dan upaya heroik. Petugas penyelamat bersama warga bahu-membahu menggali puing-puing bangunan yang hancur, berpacu dengan waktu mencari korban selamat. Seorang saksi mata wanita menceritakan kepada Fars bahwa seorang lansia tinggal di salah satu rumah yang menjadi sasaran serangan. Hingga kini, Fars melaporkan adanya beberapa korban luka, namun jumlah pasti korban tewas maupun luka-luka masih dalam tahap identifikasi dan belum dapat dipastikan.
Sementara itu, di wilayah barat laut Urmia, dekat perbatasan Turki dan Irak, tim Bulan Sabit Merah Iran (IRCS) telah mengerahkan petugas darurat ke lokasi area perumahan yang porak-poranda akibat serangan udara. Rekaman visual yang dirilis IRCS memperlihatkan bangunan-bangunan dengan dinding dan jendela yang hancur lebur, sementara para pekerja penyelamat tanpa henti menyisir reruntuhan. IRCS menyatakan telah memberikan pertolongan medis kepada "sesama warga negara yang terluka", meskipun jumlah pasti korban luka di Urmia juga belum dapat dikonfirmasi.

