Serangan drone Ukraina kembali menghantam wilayah Rusia, mengakibatkan korban jiwa. Internationalmedia.co.id melaporkan, tiga warga sipil tewas dan dua lainnya luka-luka dalam insiden tersebut. Gubernur wilayah Penza, Oleg Melnichenko, melalui Telegram, menyatakan seorang perempuan tewas dan dua lainnya cedera akibat serangan terhadap sebuah perusahaan di wilayahnya. Sementara itu, di wilayah Samara, seorang pria lanjut usia meninggal dunia akibat terjangan serpihan drone yang jatuh dan menyebabkan kebakaran rumah. Di Rostov, seorang penjaga fasilitas industri menjadi korban jiwa setelah serangan drone dan kebakaran melanda salah satu bangunan.
Gubernur sementara Rostov, Yuri Sliusar, melaporkan bahwa militer Rusia berhasil menangkis serangan udara besar-besaran, menghancurkan sejumlah drone di tujuh distrik. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menghancurkan 112 drone dalam kurun waktu hampir sembilan jam, mulai Jumat malam hingga Sabtu pagi waktu setempat. Sebanyak 34 drone dilaporkan jatuh di wilayah Rostov.

Ironisnya, di tengah serangan balasan ini, Ukraina juga mengalami serangan drone Rusia di wilayah Dnipropetrovsk. Gubernur Sergiy Lysak melaporkan tiga orang terluka dan beberapa bangunan, rumah, serta mobil rusak akibat serangan tersebut. Klaim Rusia atas kemajuan di Dnipropetrovsk, termasuk pengambilalihan dua desa, dibantah oleh otoritas Ukraina.
Perang yang tak kunjung usai ini kembali memunculkan perdebatan damai. Presiden Rusia Vladimir Putin, yang konsisten menolak seruan gencatan senjata, menyatakan keinginannya untuk perdamaian, namun tetap bersikukuh pada tuntutannya yang mencakup pengakhiran serangan militer Moskow dan pengakuan atas klaim wilayah Rusia. Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan hanya Putin yang dapat mengakhiri perang dan kembali menyerukan pertemuan antara kedua pemimpin, sebuah usulan yang juga didukung Amerika Serikat.
