Internationalmedia.co.id melaporkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengecam keras serangan terhadap fasilitas kesehatannya di Gaza oleh militer Israel. Serangan ini, menurut WHO, tak hanya merusak infrastruktur kesehatan, tetapi juga mengakibatkan penderitaan yang luar biasa bagi warga sipil. Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas tindakan Israel yang memasuki kediaman staf WHO, memaksa pengungsian perempuan dan anak-anak, serta melakukan penangkapan dan interogasi terhadap staf pria dengan cara yang tidak manusiawi.
Lebih dari 21 bulan konflik telah menciptakan krisis kemanusiaan yang mengerikan di Gaza. Puluhan negara Barat, termasuk Inggris, Prancis, Australia, Kanada, dan Uni Eropa, telah mendesak Israel untuk mengakhiri perang dan menyatakan bahwa penderitaan warga sipil telah mencapai titik nadir. Mereka menyerukan gencatan senjata yang dinegosiasikan, pembebasan sandera, dan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.

Tedros, melalui akun X-nya, menggemakan seruan tersebut, menekankan bahwa gencatan senjata bukan hanya diperlukan, tetapi sudah sangat terlambat. Serangan terhadap gudang utama WHO di Deir el-Balah semakin memperparah situasi yang sudah genting.
Sementara itu, serangan darat Israel di Deir al-Balah telah menewaskan sedikitnya tiga warga Palestina dan melukai beberapa lainnya. Sumber-sumber Israel mengklaim operasi tersebut dilakukan karena dugaan keberadaan sandera di wilayah tersebut. Namun, saksi mata menggambarkan serangan brutal yang menghantam rumah-rumah dan masjid, menimbulkan kepanikan dan ketakutan di antara warga sipil yang telah mengungsi selama berbulan-bulan. Abdullah Abu Saleem, warga Deir el-Balah, menggambarkan ledakan dahsyat yang mengguncang wilayah tersebut seperti gempa bumi.
Situasi di Gaza semakin memburuk dan membutuhkan tindakan segera untuk menghentikan kekerasan dan melindungi warga sipil. Seruan internasional untuk gencatan senjata semakin menggema seiring dengan meningkatnya jumlah korban dan penderitaan yang dialami penduduk Gaza.
