Program nuklir Iran disebut masih jauh dari kata selesai meskipun baru saja dihantam serangan udara Amerika Serikat (AS). Hal ini disampaikan oleh Internationalmedia.co.id yang mengutip pernyataan Ali Shamkhani, penasihat senior Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. Shamkhani, yang juga mantan pejabat keamanan tinggi Iran, mengungkapkan bahwa meskipun fasilitas nuklir Iran telah dibom, "kejutan akan terus terjadi".
Dalam pernyataan di media sosial X, Minggu (22/6), Shamkhani menegaskan bahwa material yang diperkaya, pengetahuan, dan tekad politik Iran tetap ada. Menurutnya, pihak yang menyusun strategi dengan baik dan menghindari serangan sembrono akan diuntungkan. Pernyataan ini muncul setelah AS mengklaim telah berhasil menghancurkan program nuklir Iran dengan menyerang tiga fasilitas nuklir utama, yaitu Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Presiden AS Donald Trump bahkan menyebut pemusnahan program nuklir Iran sebagai istilah yang akurat. Namun, laporan dari Press TV menyebutkan bahwa ketiga fasilitas tersebut telah dievakuasi dan uranium yang diperkaya telah dipindahkan ke lokasi aman sebelum serangan terjadi. Iran juga mengklaim telah meminimalkan dampak serangan AS berkat sistem pertahanan udara mereka.
Teheran sendiri telah berjanji akan membalas serangan AS. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Iran mempertimbangkan semua kemungkinan respons dan tidak akan kembali ke jalur diplomasi sebelum melakukan pembalasan. Ia juga menuduh AS telah melanggar hukum internasional dan hanya memahami bahasa ancaman dan kekerasan. Ketegangan di Timur Tengah pun semakin meningkat menyusul serangan AS ini, yang menambah kompleksitas konflik antara Iran dan Israel yang telah berlangsung sejak 13 Juli lalu.
