Serangan rudal balistik dari Yaman mengguncang Israel Jumat lalu. Internationalmedia.co.id melaporkan, militer Israel berhasil mencegat rudal tersebut sebelum mencapai target. Kejadian ini terjadi beberapa saat setelah sirene peringatan berbunyi di sejumlah wilayah di Israel. Klaim tanggung jawab datang dari kelompok pemberontak Houthi, yang menyatakan telah meluncurkan rudal hipersonik ‘Palestina 2’ menuju Bandara Ben Gurion.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengumumkan serangan tersebut melalui video pernyataan. Serangan ini merupakan babak terbaru dalam eskalasi konflik yang berkelanjutan. Houthi, yang mendapat dukungan Iran, telah melancarkan beberapa serangan rudal dan drone ke Israel sejak perang Gaza pecah Oktober 2023 lalu, sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina. Meskipun sempat berhenti selama gencatan senjata dua bulan di Gaza yang berakhir Maret lalu, serangan kembali dilancarkan setelah Israel melanjutkan operasi militer besar-besaran di Gaza.

Balasan atas serangan Houthi tak luput dari Israel. Sejumlah serangan balasan telah dilancarkan ke Yaman, menyasar pelabuhan dan bandara di Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi. Ketegangan di kawasan tersebut semakin meningkat, dan ancaman serangan rudal menjadi realita yang harus dihadapi Israel.
