Internationalmedia.co.id – News – Sebuah rumah sakit di kota pesisir Tyre, Lebanon, mengalami kerusakan signifikan setelah menjadi korban tidak langsung dari serangkaian serangan udara Israel di gedung-gedung terdekatnya. Insiden yang terjadi pada hari Sabtu ini mengakibatkan sedikitnya 11 orang terluka, demikian konfirmasi dari Kementerian Kesehatan Lebanon.
Direktur Rumah Sakit Lebanon-Italia, melalui kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA), menegaskan bahwa fasilitas medis tersebut akan tetap beroperasi untuk memberikan perawatan yang diperlukan, meskipun kerusakan yang terjadi cukup parah. Manajemen rumah sakit melaporkan bahwa dua bangunan di sekitar lokasi hancur total, menyebabkan jendela-jendela di rumah sakit pecah dan plafon ambruk di beberapa area.

Serangan udara Israel tidak hanya menargetkan area sekitar rumah sakit. Pada hari yang sama, wilayah pelabuhan Tyre juga menjadi sasaran, di mana sebuah perahu kecil terkena dampak langsung dan beberapa perahu lain yang berlabuh di dekatnya turut mengalami kerusakan.
Eskalasi ini merupakan bagian dari operasi militer Israel yang lebih luas, meliputi serangan udara dan invasi darat di wilayah Lebanon selatan. Tindakan ini diambil setelah kelompok militan Hizbullah menyatakan dukungan terhadap Iran dan secara resmi terlibat dalam konflik Timur Tengah sejak 2 Maret lalu.
Dampak konflik telah menyebabkan puluhan ribu penduduk Tyre mengungsi. Namun, sekitar 20.000 orang masih bertahan di kota tersebut, termasuk 15.000 pengungsi dari desa-desa sekitarnya yang mencari perlindungan. Otoritas Israel sebelumnya telah mengeluarkan peringatan evakuasi yang mencakup sebagian besar wilayah Tyre dan Lebanon selatan, mengindikasikan potensi peningkatan intensitas konflik.
Di tengah ketegangan yang meningkat, NNA juga melaporkan insiden terpisah di mana pasukan Israel diduga menculik seorang pria di Shebaa, sebuah lokasi dekat perbatasan Israel di Lebanon timur. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 03.00 waktu setempat pada Sabtu dini hari.

