Arab Saudi menyampaikan kecaman keras terhadap rencana Israel untuk memperluas operasi militer di Jalur Gaza. Hal ini disampaikan Internationalmedia.co.id mengutip pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang menolak tegas rencana tersebut dan menyerukan penghentian pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel. Pernyataan resmi tersebut dirilis Rabu (7/5) waktu setempat dan dikutip sejumlah media internasional.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya mengumumkan rencana serangan besar-besaran di Gaza dengan tujuan mengalahkan Hamas. Netanyahu dalam video yang diunggah di media sosial menyatakan bahwa operasi militer ini tidak akan sekadar serangan kilat, melainkan bertujuan untuk menguasai wilayah tersebut. Ia bahkan menyebut akan ada pemindahan penduduk Gaza, dengan alasan perlindungan. Pernyataan ini disampaikan setelah kabinet keamanan Israel menyetujui perluasan operasi militer yang mencakup penaklukan dan penguasaan Jalur Gaza, serta pemindahan penduduknya. Puluhan ribu tentara cadangan pun telah dipanggil untuk mendukung operasi tersebut.

Seorang pejabat keamanan senior Israel mengonfirmasi rencana tersebut, termasuk penaklukan dan penguasaan Jalur Gaza serta pemindahan penduduk ke selatan. Laporan dari situs berita Ynet juga menyebutkan kabinet keamanan Israel menyetujui rencana baru terkait distribusi bantuan kemanusiaan di Gaza, meskipun detailnya masih belum jelas.
Serangan udara dan darat Israel di Gaza sendiri telah kembali dilancarkan sejak Maret lalu setelah gagalnya gencatan senjata yang difasilitasi Amerika Serikat. Situasi ini semakin memanas dengan rencana ambisius Israel yang mendapat kecaman keras dari Arab Saudi dan diperkirakan akan memicu reaksi internasional lebih lanjut.
