Internationalmedia.co.id melaporkan, konflik berdarah di Provinsi Sweida, Suriah selatan, telah menewaskan ratusan orang. Pemerintah Suriah bergerak cepat merespon situasi genting ini dengan mengerahkan pasukan untuk melerai bentrokan antara faksi-faksi Badui dan Druze. Kantor kepresidenan Suriah, seperti dikutip internationalmedia.co.id dari AFP dan Aljazeera, menyatakan komitmennya untuk menghentikan kekerasan yang terjadi. Seruan untuk menahan diri dan mengedepankan akal sehat pun dilontarkan kepada semua pihak yang terlibat.
Pihak berwenang Suriah tengah berupaya mengirimkan pasukan khusus untuk menengahi bentrokan dan menyelesaikan konflik di lapangan. Dalam pernyataan resmi, kantor kepresidenan menegaskan kembali komitmennya untuk menegakkan hukum dan menekankan bahwa Suriah adalah negara bagi semua warganya, tanpa memandang latar belakang. Tindakan kekerasan yang menimpa warga sipil, termasuk serangan terhadap keluarga dan anak-anak, dikecam keras oleh pemerintah. Pernyataan tersebut menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran etika, hukum, dan kemanusiaan yang tak bisa ditoleransi.

Pemerintah Suriah menegaskan tidak akan mentolerir keberadaan kelompok-kelompok bersenjata atau milisi di luar kendali negara. Mereka menyerukan persatuan seluruh warga Suriah di bawah payung hukum dan aturan negara. Situasi di Sweida masih terus berkembang dan perkembangan selanjutnya akan terus dipantau.
