Kunjungan Presiden Volodymyr Zelensky ke garis depan di Donetsk, Ukraina Timur, mengungkap informasi mengejutkan. Internationalmedia.co.id melaporkan, Zelensky mengumumkan keberhasilan militer Ukraina dalam mengusir serangan Rusia selama musim panas. Keberhasilan ini, menurut Zelensky, berupa rebutannya kembali lahan seluas 160 kilometer persegi di dekat Dobropillia, kota tambang batu bara yang menjadi titik tembus pertahanan Ukraina pada Agustus lalu.
Dalam unggahannya di X, Zelensky menyatakan, "Langkah demi langkah, para pejuang membebaskan tanah kami. Sejak awal operasi, 160 kilometer persegi dan tujuh permukiman telah direbut kembali." Meskipun tidak merinci waktu pasti perebutan wilayah tersebut, Zelensky menegaskan serangan balasan masih berlangsung dan Rusia telah mengalami "ribuan kerugian".

Pernyataan Zelensky ini bertolak belakang dengan klaim Rusia yang selama berbulan-bulan gencar melancarkan serangan di wilayah Donetsk dan Lugansk, Ukraina Timur. Ukraina dan sekutu Baratnya menilai Rusia menderita kerugian besar untuk sedikit wilayah yang berhasil direbut, meninggalkan jejak kehancuran di kota dan desa yang dilalui. Ironisnya, Rusia tetap membantah menargetkan warga sipil, meskipun serangan udara di Kostiantynivka, Donetsk, Kamis lalu menewaskan lima orang, menurut laporan polisi. Kostiantynivka, yang terletak dekat garis depan dan dikepung pasukan Rusia dari tiga sisi, menjadi bukti nyata dampak konflik tersebut. Pertempuran sengit di wilayah ini terus berlanjut, dan dampaknya terhadap penduduk sipil masih menjadi perhatian utama.
