Internationalmedia.co.id melaporkan, dua asosiasi pilot komersial India, ICPA dan ALPA India, secara tegas menolak kesimpulan awal investigasi jatuhnya pesawat Air India Boeing 787-8 Dreamliner yang menewaskan 260 orang pada Juni lalu. Laporan awal Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India (AAIB) yang mengindikasikan dimatikannya sakelar bahan bakar mesin beberapa detik setelah lepas landas, dianggap terlalu prematur untuk menyimpulkan kesalahan pilot.
ICPA, dalam pernyataan resminya, mengecam spekulasi yang berkembang, terutama isu bunuh diri pilot. Mereka menegaskan tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan tidak sensitif dan pelanggaran etika jurnalistik. Pernyataan ini juga menyoroti komentar beberapa pakar penerbangan independen yang menyatakan bahwa sakelar bahan bakar hanya dapat dioperasikan secara manual, sehingga menimbulkan pertanyaan lebih lanjut.

ALPA India, yang mewakili 800 pilot, mencurigai adanya "kerahasiaan" dalam investigasi AAIB. Mereka menyoroti kurangnya keterlibatan personel yang kompeten dan menuduh investigasi diarahkan untuk menyalahkan pilot. Organisasi ini, yang memiliki 100.000 anggota global, bahkan meminta untuk dilibatkan sebagai pengamat demi transparansi. Kecelakaan tersebut menewaskan hampir seluruh penumpang dan awak pesawat, serta 19 orang di darat. Misteri di balik tragedi ini masih jauh dari terungkap.