Istana Kepresidenan Jakarta menjadi saksi bisu momen penting ketika Presiden Prabowo Subianto secara resmi menerima surat kepercayaan dari delapan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) negara sahabat. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, seremoni yang berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026, ini menandai dimulainya babak baru hubungan diplomatik dengan sejumlah negara.
Perwakilan diplomatik yang menyerahkan mandatnya berasal dari berbagai penjuru dunia, meliputi Korea Selatan, Palestina, Republik Ceko, Filipina, Yunani, Sri Lanka, Lebanon, dan Saint Lucia. Kehadiran mereka di Istana dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Anis Matta, yang menyatakan bahwa proses penyerahan telah berjalan lancar.

Dalam kesempatan tersebut, Anis Matta mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara langsung menyampaikan permohonan maaf kepada para duta besar atas keterlambatan penerimaan surat kepercayaan ini. Menurut Anis, penundaan tersebut murni disebabkan oleh jadwal kepresidenan yang sangat padat sejak pelantikan, serta fokus penuh beliau dalam menangani situasi global yang menuntut konsentrasi tinggi. "Tidak ada niat sama sekali untuk menunda-nunda pemberian kredensial ini. Murni karena masalah jadwal yang sangat padat saja," tegas Anis, menjelaskan bahwa kesibukan Presiden adalah faktor utama, bukan faktor lain.
Informasi mengenai agenda penerimaan surat kepercayaan delapan duta besar ini sebelumnya telah disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Ia menjelaskan bahwa jadwal tersebut sebenarnya sudah direncanakan sejak lama, namun baru dapat terlaksana pada hari ini demi efisiensi dan keserentakan acara.
