Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Perbatasan Thailand Ditutup Mendadak, Warga Kamboja Terdampar!
Trending Indonesia

Perbatasan Thailand Ditutup Mendadak, Warga Kamboja Terdampar!

GunawatiBy Gunawati25-06-2025 - 04.45Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Perbatasan Thailand Ditutup Mendadak, Warga Kamboja Terdampar!
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id melaporkan, situasi menegangkan terjadi di perbatasan Thailand-Kamboja. Penutupan hampir seluruh jalur perbatasan oleh Thailand membuat puluhan warga Kamboja, termasuk pekerja dan wisatawan, terjebak. Insiden ini bermula dari sengketa wilayah yang kembali memanas, bahkan memicu bentrokan militer bulan lalu yang mengakibatkan tewasnya seorang tentara Kamboja.

Informasi yang dihimpun internationalmedia.co.id dari AFP, Selasa (24/6/2025), menyebutkan Thailand menutup tujuh titik penyeberangan di seluruh provinsi perbatasan. Hanya pelajar dan mereka yang membutuhkan perawatan medis yang diizinkan melintas. Kehebohan terjadi di pos pemeriksaan Ban Khlong Luek, Sa Kaeo—penyeberangan utama menuju Siem Reap, lokasi kompleks Angkor Wat.

Perbatasan Thailand Ditutup Mendadak, Warga Kamboja Terdampar!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sekitar 50 pekerja Kamboja, kebanyakan pedagang yang biasa menyeberang untuk berdagang, tertahan di pos pemeriksaan. Malin Po (38), seorang penjual pakaian, menceritakan kesulitannya. "Saya ingin pulang tadi malam, tapi harus tidur di toko karena polisi tak mengizinkan," ujarnya. Ketidakjelasan alasan penutupan membuat banyak orang frustrasi. Situasi semakin tegang dengan kehadiran polisi antihuru-hara di dekat gerbang perbatasan yang tertutup rapat.

Chanta Wo (32), seorang tukang kayu yang tinggal di Sa Kaeo, bahkan harus menghadapi tragedi saat mencoba menyeberang. Ibunya mertua baru saja meninggal, dan ia berusaha pulang bersama istri, saudara, putri berusia dua tahun, dan bayi berusia satu bulan. "Saya sangat khawatir," katanya sambil mengganti popok bayinya di dekat pos pemeriksaan.

Sengketa perbatasan antara Thailand dan Kamboja memang telah berlangsung lama, berakar dari penarikan garis perbatasan pada awal abad ke-20. Konflik ini telah menelan sedikitnya 28 korban jiwa sejak 2008. Meskipun sempat mereda, gejolak bulan lalu kembali memicu ketegangan. Perundingan perdamaian buntu, dan Kamboja membalas dengan melarang impor bahan bakar, minyak, buah, dan sayuran dari Thailand. Situasi ini juga membuat Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, menghadapi desakan mundur setelah beredarnya rekaman telepon dengan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen.

Pihak berwenang Thailand belum memastikan kapan penyeberangan akan dibuka kembali. Petugas di lapangan mengaku hanya menjalankan perintah militer dengan informasi yang terbatas.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Iran Membara Korban Berjatuhan

08-03-2026 - 18.45

Dubai Berduka Serangan Rudal Iran

08-03-2026 - 18.30

Peringatan Keras Iran Guncang Kawasan

08-03-2026 - 18.15

Teheran Darurat BBM Pasca Serangan

08-03-2026 - 18.00

China Beri Peringatan Keras Dunia Tak Bisa Kembali ke Hukum Rimba

08-03-2026 - 16.45

Target Minyak Iran Hancur Empat Tewas

08-03-2026 - 16.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.