Setelah melancarkan serangan signifikan terhadap fasilitas nuklir Iran, Amerika Serikat, melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio, menyuarakan keyakinan tinggi bahwa konflik yang sedang berlangsung dengan Teheran akan segera mencapai titik akhir. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Rubio bahkan memprediksi perang ini akan tuntas dalam hitungan beberapa minggu.
Pernyataan optimis Rubio disampaikan kepada wartawan di Paris, Prancis, usai pertemuan G7 pada Sabtu (28/3/2026). Dengan nada tegas, ia menyatakan, "Ketika kita selesai dengan mereka di sini dalam beberapa minggu ke depan, mereka akan lebih lemah daripada yang pernah terjadi dalam sejarah baru-baru ini." Ini menunjukkan kepercayaan diri Washington terhadap efektivitas operasi militer mereka.

Serangan yang dimaksud Rubio terjadi sehari sebelumnya, Jumat (27/3/2026), menargetkan fasilitas nuklir Arak milik Iran. Menurut pejabat Iran yang dikutip AFP, pabrik di Ardakan, Provinsi Yazd, menjadi sasaran utama. Fasilitas ini diidentifikasi oleh Organisasi Energi Atom Iran sebagai pusat pengolahan uranium.
Seorang pejabat di Provinsi Markazi, Iran, yang dilansir CNN dan dikutip internationalmedia.co.id, secara eksplisit menuding pasukan gabungan AS dan Israel sebagai pelaku serangan tersebut. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dilaporkan berkat langkah-langkah pengamanan yang telah diterapkan sebelumnya di lokasi.
Insiden penyerangan ini terjadi tak lama setelah militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi mendesak bagi warga sipil Iran. Peringatan tersebut ditujukan kepada penduduk yang bermukim di barat laut kota Arak dan di Zona Industri Khir Abad, area yang berdekatan langsung dengan fasilitas nuklir yang kini telah diserang.

